Warga Huta Parapat Huluan Nagori Simanabun Kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun mendadak heboh, Selasa (5/5/2029). Jamarsen Saragih (48) ditemukan bersimbah darah di salah satu kamar di rumahnya.
Ternyata, pria yang berprofesi sebagai petani itu diketahui bunuh diri dengan cara menggorok leher dan menikam perutnya menggunakan sebilah parang berkarat. Hal itu dilakukan Jamarsen saat istrinya keluar rumah guna mencari bantuan oksigen. Sebab saat itu penyakit asma Jamarsen sedang kambuh.
Kapolsek Silau Kahean Iptu JH Sinaga SH menerangkan, siang itu warga tiba-tiba dikejutkan dengan informasi yang menyebutkan salah seorang warganya ditemukan bersimbah darah di rumahnya Kabupaten Samosir.
Menurut Iptu JH Sinaga SH menyebutkan, ipar korban Rohana Tarigan langsung menghubungi Gamot 1 Jontaman Purba. Ternyata korban sudah bersimbah darah di dalam kamar. Saat ditemukan, korban dalam kondisi kritis.
Lantas Jontaman Purba menghubungi bidan desa Bolianta Silangit. Sebelum ke lokasi kejadian, suami Bolianta yakni Jhon Parulian Saragih terlebih dahulu ke Puskesmas untuk mengambil mobil ambulans.
Dengan membawa mobil ambulans, Bolianta dan suaminya menuju lokasi kejadian. Kemudian korban yang masih kritis langsung dibawa menggunakan mobil ambulans.
Tak lama setelah tiba di Puskesmas, Jamarsen Saragih meninggal dunia.
Kuat dugaan, Jamarsen nekat bunuh diri karena mengalami depresi akibat penyakit asma yang dideritanya selama setahun tidak membaik.
Informasi dari pihak keluarga, tanggal 16 April 2020 sekira pukul 20.00 WIB Jamarsen sudah pernah mencoba bunuh diri. Namun segera diketahui pihak keluarga. Oleh keluarga, Jamarsen dibawa ke Puskesmas Nagori Dolok, dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Tebingtinggi. (*)




Discussion about this post