Menjelang waktu berbuka puasa, Jumat (8/5/2020) sekira pukul 17.45 WIB Mul Nasution membeli sebungkus rokok di toko grosir milik Rini di dekat rumahnya, di Jalan Jawa, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. Ternyata, setelah berbuka puasa, dan kotak rokok dibuka, isinya bukan batangan-batangan rokok, melainkan hanya karton yang dilipat rapi.
Tentu saja Mul terkejut. Segera ia mendatangi toko grosir yang selama ini telah menjadi langganannya. Lantas ia meminta Rini yang ketepatan sedang menjaga toko untuk membuka kotak rokok merek yang sama yang ada di grosir tersebut.
Rini terkejut dengan pengakuan Mul. Segera ia membuka sebungkus rokok. Sama dengan yang dialami Mul. Rini melihat kotak rokok yang dibukanya hanya berisi lipatan karton.
Penasaran, Rini membuka lagi bungkusan rokok yang bermerek sama untuk berbagai ukuran. Hasilnya sama. Tak ada batangan rokok di dalamnya. Hanya lipatan karton.
“Setelah buka puasa, aku mau merokok. Tapi waktu kubuka rokok yang kubeli dari grosir itu, ternyata isinya karton. Kasihan Ibu yang punya grosir itu sudah ditipu. Kalau nggak salah, ada dua slop rokok ternyata berisi karton. Padahal kotak rokok masih rapi,” terang Mul kepada wartawan.
Pemilik grosir, Rini yang ditemui wartawan sekira pukul 20.00 WIB mengaku ia mengetahui rokok yang dijualnya hanya berisi karton dari salah seorang pembeli. Lantas, sambungnya, ia membuka bungkusan rokok lainnya. Ternyata, isinya hanya karton. .
“Ada 6 slop atau 60 bungkus rokok baik ukuran besar maupun kecil berisi karton,” sebutnya.
Menurut Ribu, 6 slop rokok itu dibelinya dengan menyuruh anaknya dari salah satu grosir besar di seputaran Jalan Wahidin Pematangsiantar, Rabu (6/5/2020). Setelah mengetahui rokok itu berisi karton, Rini pun bertanya kepada sales rokok. memang, sebelum pandemi Covid-19 Rini biasanya membeli rokok dari sales tersebut.
Sales itu menyuruh Rini menanyakan langsung ke grosir tempat pembelian rokok. Namun Rini urung menanyakannya. Sebab bon faktur pembelian 6 slop tersebut sudah dibuang.
“Sekitar Rp1 juta lebih membeli 6 slop rokok kemarin. Tapi bon fakturnya sudah dibuang pula. Pasti pemilik grosir nggak mau mengaku. Biarlah, mudah-mudahan dapat rezeki lebih besar lagi. Dan sudah kuviralkan temuan ini,” tukas Rini. (*)




Discussion about this post