Bayi perempuan yang lahir tanpa Anus (Atresia Ani) anak pertama dari pasangan Jatar Simanjuntak dan Uci Mayang Sari di Huta Anggrek, Nagori Siantar Estate, Kecamatan Siantar, telah menajali operasi pada Jumat (26/6) lalu di RSUP H Adam Malik. Namun pasca operasi, kondisi bayi itu masih lemah.
Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak kepada Newscorner.id menyampaikan pasien Bayi an. Karina Simanjutak sudah menjalani operasi dan saat ini masih dirawat secara intensif.
“Bayi Karina, operasinya sudah dilakukan Jumat kemaran tanggal 26 Juni, tapi kondisi anaknya saat ini masih sangat lemah,” sampainya.
Ia juga menyampaikan bahwa tenaga medis belum dapat memastikan kapan pasien tersebut akan pulih dan dapat pulang dari rumah sakit.
“Belum bisa dipastikan karena kondisi bayinya pasca operasi sangat lemah. Masih dirawat intensif di ruang perinatologi,” tulisnya.
Lebih lanjut diterangkan Oca, bayi tersebut saat ini baru menjalani operasi colostomy, operasi pembuatan saluran pembuangan sementara. Karena usia bayinya belum genap sebulan.
Selanjutnya akan dilihat perkembangannya, jika sudah memungkinkan maka akan dilanjutkan operasi berikutnya di usia tertentu. Hal itu akan ditentukanoleh dokter dengan merujuk pada perkembangan kondisi si anak.
“Itu bayinya masih operasi colostomy ya. Operasi pembuatan saluran pembuangan sementara. Karena bayinya kan usianya belum pun genap sebulan. Nanti akan dilihat lagi perkembangannya. Kalau bagus, akan dilanjut ke operasi berikutnya, di usia tertentu. Yang menentukan kapan ya dokter berdasarkan perkembangan kondisi si anak,” tambahnya.
Sebelumnya pada Minggu (21/6) pasien bayi anak pertama dari pasangan Jatar Simanjuntak dan Uci Mayang Sari tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan.
Bayi perempuan yang lahir pada 2 Juni 2020 itu tidak memiliki anus sejak lahir. Hal ini diketahui oleh mereka pada saat bayi tersebut buang air besar, anak tersebut selalu menangis. Akhirnya mereka mencari tahu dan didapati bahwa anak mereka tidak memiliki anus, dan buang kotoran melalui saluran kencingnya.
Ditambahkannya, bahwa mereka telah konsultasi dengan dokter anak dan menurut dokter anak tersebut harus dioperasi.
“Kata dokter harus operasi, biayanya sekitar 50 juta. Kami tak punya uang sebesar itu, sementara saya hanya buruh bongkar muat,” tambahnya.
Bupati Simalungun, Dr. JR. Saragih, SH, MM usai melihat kondisi bayi ini mengatakan akan merujuk perobatan bayi tersebut Rumah Sakit Adam Malik di Medan, sebab Rumah Sakit di Simalungun belum memiliki alat bedah anak.
Ditambahkan oleh Bupati, biaya perobatan anak tersebut, seluruhnya akan ditanggung oleh Pemkab Simalungun.
“Tadi saya sudah rapat dengan Kepala Dinas Kesehatan dan para dokter spesialis, dan hasilnya, kita akan rujuk anak ini ke RS Adam Malik. Saya juga sudah komunikasi dengan Direktur RS Adam Malik dan jika kondisi anak ini baik secepatnya akan dioperasi,” ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan bantuan tali asih kepada orangtuanya, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka selama merawat di Medan.
“Biaya pengobatannya akan kami tanggung seluruhnya, jadi bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan orangtuanya selama anak ini dirawat di Medan,” tambah Bupati.
Jatar Simanjuntak usai mendengar pernyataan Bupati yang akan membantu perobatan putrinya, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Simalungun. Dengan menangis terharu dirinya bersama istrinya menyampaikan terimakasih atas kepedulian Bupati Simalungun kepada anak mereka.
“Terimakasih Pak Bupati, kami tak tau harus mengadu kemana lagi. Semoga Tuhan membalas perbuatan baik bapak kepada keluarga kami,” ujarnya.



Discussion about this post