Seorang pemuda berusia 22 Tahun asal Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, diduga mengalami patah hati hingga nekat gantung diri pada Jumat (31/7) pagi, bertepatan di hari raya Idul Aldha 1441 H. Ia ditemukan tewas tergantung di dalam kamar oleh orangtuanya
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Roman Smaradhana melalui Kasubbag Humas Ipda Asdul Pane mengatakan, pemuda bernama Bobby Marcelino itu ditemukan tewas oleh orangtuanya sekitar pukul 08.30 WIB.
Posisi tubuh pemuda itu tergantung dengan kain sarung yang dililitkan di leher dan diikatkan pada bagian tiang penyangga kayu rangka atap rumah.
Diduga korban melompat dari tempat tidur bertingkat sehingga korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri. Lalu diturunkan oleh orang tuanya hingga informasi tersebut diterima oleh polisi.
Polisi yang mendapat informasi itu datang ke lokasi dengan membawa tim medis dari Puskesmas Batangtoru melakukan pemeriksaan pada tubuh pria itu.
Namun tidak ditemukan tand-tanda kekerasan. Kemudian polisi melakukan olah TKP di kamar korban, dan mengamankan barang bukti berupa kain sarung sebagai alat melakukan bunuh diri, dan telepon selular milik korban.
”Karena kondisi masih berduka, kita belum bisa memintai keterangan dari pihak keluarga. Dan untuk motif pastinya masih dalam penyelidikan,” ujar Asdul.
Dari pemeriksaan barang bukti berupa telepon selular, diduga korban melakukan bunuh diri sebab persoalan asmara, yakni putus cinta dengan perempuan kekasih korban yang juga warga Batangtoru.


Discussion about this post