Nurtina boru Sagala warga Kelurahan Lubukpakam III, Kecamatan Lubukpakam menjemput suaminya Rudi Simbolon (50) dari Tanjungmorawa, Jumat (7/8). Namun sang suami yang sehari-hari berprofesi sebagai supir angkot itu dijemput dalam keadaan tak bernyawa.
Di mana Jumat (7/8) pagi sekitar pukul 10.10 WIB, Rudi Simbolon tewas setelah jatuh saat hendak naik ke mobil penumpang angkutan kota (angkot) miliknya, di Jalan Desa Ujung Serdang, Dusun IV, Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa. Setelah diperiksa, ternyata Rudi Simbolon sudah tak bernyawa lagi.
“Charles Ginting, pemilik warung, sedang duduk di warungnya dan melihat korban berjalan menuju mobilnya. Ketika hendak naik ke mobilnya, korban tiba-tiba terkulai lemas dan jatuh ke tanah,” kata Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Sawangin kepada wartawan.
Lalu, Charles Ginting bergegas meminta bantuan kepada pengunjung yang sedang duduk di warungnya untuk melihat kondisi korban.
“Saat dibantu pengunjung warung menggeser tubuh korban ke tempat teduh, korban telah meninggal dunia,” imbuh Sawangin lagi.
Dari keterangan Charles Ginting pula, selama pandemi Virus Corona (Covid-19), korban tidak mencari penumpang angkot trayek 03 BK 1572 EK miliknya dan beralih menjadi buruh bangunan.
“Kepada orang-orang korban pernah bercerita sedang memliki masalah rumah tangga dengan istrinya, sehingga tidak pernah pulang ke rumah dan memilih tidur di angkotnya,” ucap Sawangin.
Nurtina yang mendapat kabar suaminya sudah meninggal, langsung ke lokasi dan membawa jasad korban ke rumah duka di Kelurahan Lubukpakam III, Kecamatan Lubukpakam, dengan angkot Trayek A97 BK 1084 UE.
Kapolsek juga menyampaikan bawha berdasarkan keterangan Nurtina br Sagala, korban selama ini mengalami penyakit komplikasi. Selama sakit, korban sudah jarang pulang ke rumah dan tidur di angkotnya. hasil penyelidikan sementara oleh polisi . “Korban meninggal karena mengalami gagal jantung,” sebut Sawangin.


Discussion about this post