Duka mendalam dan harapan agar penumpang dan kru pesawat Sriwijaya Air SJY 182 rute Jakarta pontianak yang hilang pada Sabtu (9/1) dapat ditemukan. Ada yang menanti kabar keberadaan keluarganya dalam pesawat itu di bandara dan posko yang disediakan. Sebagian menanti di rumah dengan memanjatkan doa pada Sang Kuasa.
Seorang ibu menangis sejadinya sambil memantaiu perkembangan informasi dari televisi. Anak perempuannya Grislend Gloria Natalie Sinaga, seorang pramugari NAM Air berada di pesawat Sriwijaya Air yang hilang itu.
” Pulang kak, berenang kau,” ratapnya sambil mengamati berita tv. Video tersebut diunggah oleh pemilik akun tiktok grace maria natalia.
Seorang kerabatnya di twiter menyampaikan bahwa Grislend Gloria Natalie Sinaga berada di pesawat itu sebagai extra crew, di mana rencananya akan ikut bertugas sebagai pramugari di penerbangan NAM Air dari Pontianak pada minggu (10/12).
Di pesawat itu Grislend bersama tiga orang rekannya sebagai ekstra crew yakni, 41. 9,77108E+12 Ms. XCU FA YUNNI DWI SAPUTRI
42. 9,77108E+12 Ms. XCU FA ISTI YUDHA PRASTIKA
43. 9,77108E+12 Ms. XCU FA GRISLEND GLORIA NATALIES
44. 9,77108E+12 Ms. XCU FA OKE DHURROTUL
Mega Rosalina menuliskan tweetnya ” love you All, Mba unyun, Mak Isti, Oke dan Grislend Sayang … Allah berikan”
dan memberi penjelasan lanjutan ” Mereka sahabat2ku adalah Crew NAM AIR yg melakukan perjalanan e/c (extra crew) dlm penerbangan SJ 182, dimana besok mereka akan aktif terbang utk rute PNK” sampainya.
Senada, Yunni yang juga pramugari Nam Air menyampaikan keempat temannya itu akan tugas dalam penerbangan esok hari (Minggu 10 Desember 2021) dalam penerbangan NAM Air dari Pontianak.
Pesawat Sriwijaya SJY 182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB.
Pada pukul 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.
Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.
•Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, Pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan : Basarnas, Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.
Total penumpang Pesawat 50 orang (40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 Bayi), ditambah 12 orang (6 kru aktif dan 6 ekstra kru).




Discussion about this post