Swab massal yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar terhadap warga yang punya kontak erat terhadap pasien Positif Terpapar Covid-19, di Rumah Singgah Orang tanpa Gejala (OTG) di Jalan Sisingamangaraja Picu Kerumunan dan pelanggaran penerapan aturan Protokol Kesehatan (Prokes).
Hal itu dilihat tidak adanya pembatasan kerumunan pada Swab Massal pada Rabu, (27/01) tersebut, warga yang ingin swab tampak berkerumun saat mendaftar dan menunggu panggilan Swab.
Menurut salah seorang warga, Swab Massal dengan metode Polymerace chain reaction (PCR) Yang dilaksanakan Dinas Kesehatan itu tidak tertib dan sangat mengkhawatirkan.
“Saya mau ikut swab sama istri saya, masih menunggu la ini. Swab massal ini saya dapat dari informasi kelurahan dan puskesmas. Tapi kurang rapi antriannya, sangat mengkhawatirkan. Tanggapan saya, Swab ini sudah menyalahi, masalahnya Kerumunan dan tidak ada jaga jarak, ya kita berdoa semoga sehat semua lah. Kami berdua hari ini swab, dan belum pernah terkontak positif covid,” Ucap seorang Warga Tomuan yang ikut dalam swab tersebut. Rabu (27/01)
Kepala Dinas Kesehatan Dr.Ronald Saragih saat di konfirmasi lewat telepon mengatakan, Swab massal tersebut adalah kegiatan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota pematangsiantar.
“Swab massal Itu adalah kegiatan Dinkes, kalau untuk Prokesnya, kita akan perbaiki di hari berikutnya,” ucapnya singkat.
Jumlah pasien virus corona terus meningkat di Kota Pematangsiantar, Sumut. Berdasarkan data Dinas kesehatan Pematangsiantar, sebanyak 14 orang dinyatakan positif sejak satu pekan terakhir. Sementara pada Senin, 25 Januari 2020 disampaikan, Siantar berada pada pososi Zona Oranye. (Aldy S)


Discussion about this post