Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si bersama Forkopimda dan mewakili tokoh agama sebagai penerima perdana vaksin Covid-19 akan dilaksanakan di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Taput,(Jumat 05/02).
Sebelumnya kata Kepala Dinas Kesehatan Taput, Alexander Gultom, sebanyak 3.400 vial Vaksin Sinovac telah tiba di Taput pada Rabu (3/1) dini hari. Vaksin tersebut telah dijemput dari gudang farmasi kesehatan provinsi Sumut dengan pengawalan dari aparat kepolisian.
“Vaksin Sinovac sebanyak 3.400 vial telah tiba dini hari tadi. Saat ini disimpan di Kantor Dinas Kesehatan Taput,” kata Kepala Dinas Kesehatan Taput, Alexander Gultom, di kantornya.
Vaksin Covid-19 Merk Sinovac sebanyak 3.400 vial untuk 1700 penerima perdana dan tenaga kesehatan untuk dua tahap. Pemberian vaksin Covid-19 kepada penerima dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dan untuk yang kedua dilaksanakan setelah hari ke 14 sejak pemberian pertama.
Untuk tenaga kesehatan akan dilaksanakan mulai hari Sabtu (06/02). Fasyankes pelksana sebanyak 21 UPT Puskesmas dan Klinik Kodim TU yang sudah didaftarkan dan mendapat ID Aplikasi P.Care BPJS.
Direncanakan, pencanangan vaksin akan dilakukan di rumah dinas Bupati dengan melibatkan tim satuan tugas Covid-19 Taput. Selanjutnya vaksinasi dilakukan kepada tenaga kesehatan pada Sabtu tanggal 6 Februari 2021.
Sebelum divaksin, penerimaan vaksin akan diwawancarai vaksinator dan dokter yang bertugas sebanyak 15 pertanyaan untuk screening. Direncanakan, untuk tenaga kesehatan vaksinasi Covid-19 sudah harus tuntas pada 21 Desember.
Usai tenaga kesehatan, direncanakan di bulan Maret dan April sudah bisa vaksinasi Covid-19 ke masyarakat Tapanuli Utara.
“Untuk penyuntikan vaksin akan melibatkan empat orang dokter dari Dinas Kesehatan yang sudah dilatih sebagai vaksinator,” ujar Alexander Gultom.
Lebih lanjut dikatakannya, pasien yang tidak bisa disuntik vaksin Sinovac berdasarkan pertanyaan dan keterangan yang dicantumkan, terdiri dari 16 item. Diantaranya adalah, terkonfirmasi menderita Covid-19, ibu hamil atau menyusui, mengalami gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi ke-2), menderita penyakit jantung.
Kemudian, menderita penyakit autoimun sistemik, menderita penyakit ginjal, menderita penyakit Reumatik Autoimun, menderita penyakit saluran pencernaan kronis, menderita penyakit kanker, kelainan darah, apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapati hasil 140/90 atau lebih, menderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui. (Friska)


Discussion about this post