Hujan deras yang melanda kota Sibolga dan Tapanuli Tengah pada Senin (26/3) sekitar pukul 22.00 WIB menelan korban jiwa.
Satu unit rumah permanen di Kampung Baru Sikaje-kaje, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan tertimbun longsor.
Dua orang warga meninggal dunia dan satu orang warga lainnya mengalami luka cukup serius.
Informasi yang diperoleh, tiga orang korban tersebut merupakan satu keluarga, ibu dan dua anak.Linda (32) seorang ibu yang sedang hamil, dan Citra (5) anaknya meninggal dunia sementara seorang anaknya yang lain Audi (7) mengalami luka berat pada bagian kepala.
Bencana longsor tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.30.WIB malam. Ditandai dengan suara gelegar longsor yang lumayan keras.
Saat didatangi warga kondisi rumah sudah porak poranda dihantam longsor. Warga menemukan Audi tengah tertimpa timbunan longsor. Berhasil dievakuasi, ia pun menyampikan kalau ibu dan adiknya juga ikut tertimbun longsor.
Warga pun beramai-ramai mencari keberadaan ibu dan anaknya tersebut di antara reruntuhan dan timbunan longsor.
Warga yang dibantu Personil BPBN, dan personil Polsek Sibolga Selatan akhirnya berhasil menemukan dua orang korban dari reruntuhan telah meninggal dunia dengan posisi tubuh berpelukan. Korban segera di evakuasi ke Rumah Sakit Umum F L.Tobing.
Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori yang turun ke lokasi kejadian mengunggah video live Facebook di laman akun miliknya.
Dalam video live tersebut, terlihat kepanikan puluhan warga di sekitar lokasi bencana longsor yang menimpa sejumlah rumah di Sibolga.
Sementara itu bencana banjir juga melanda sejumlah kawasan di Kota Sibolga, Sumatera Utara pada malam yang sama Senin (26/3).
Dilansir smartnewstapanuli.com, seorang anak berusia sekitar 2 tahun dikabarkan terseret arus banjir di Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), Senin, (26/3/2018) malam.
Informasi ini diperoleh dari warga setempat, Jusup Sianipar.
Jusup mengatakan belum mengetahui secara pasti penyebab anak berumur sekitar 2 tahun warga Jalan Toto Harahap itu terseret banjir.
Kata Jusup, bocah itu terseret banjir sekitar setengah jam yang lalu, namun hingga kini belum ditemukan.
“Anak yang terseret banjir itu anaknya marga Simanjuntak dan ibunya boru Rumapea. Sampai saat ini warga masih sibuk mencari,” ujarnya.
Sambungnya lagi, tim SAR sangat diharapkan agar segera turun ke lokasi membantu pencarian terhadap anak yang terseret banjir tersebut.(red)




Discussion about this post