Tiga kali 24 jam setelah dilaporkan ke Polsekta Sunggal, hingga kini sepeda motor baru Honda Beat putih berpelat BK 3964 AGP milik Aktivis Pemulung Uba Pasaribu belum juga ditemukan.
“Usaha pencarian terus saya lakukan dengan segala cara. Tapi belum membuahkan hasil,” ujar Uba saat ditemui di Medan, Jumat (13/4).
Menurut keterangan Uba, sepeda motornya raib pada Senin, 9 April 2018 sekitar jam 7.30 WIB. Waktu itu, ia memarkirkan sepeda motornya di depan sebuah usaha Fotokopi bernama Hori Photo, yang beralamat di Jalan Binjai Km 13,5. Tak lama kemudian, ia mendapati sepeda motornya sudah hilang.
“Saya memfotocopy selembar surat. Sesaat mau pulang, alangkah terkejutnya saya ketika kereta saya tak nampak lagi. Helem saja yang tertinggal,” beber mantan pemulung yang kini membuka usaha jahit gordin itu.
Mengetahui sepeda motornya raib, Uba menyampaikan hal itu ke pemilik fotocopy. Dengan sigap pemilik fotokopi membuka rekaman CCTV-nya. Dalam rekaman CCTV itu, tampak dengan leluasa sang maling dengan gerak cepat menggunakan kunci letter T membobol sarang kunci sepeda motor Uba. “Cepat sekali malingnya beraksi. Padahal sepeda motor saya terkunci stangnya. Bisa dibobolnya,” urainya.
Malam itu juga, Uba langsung mendatangi Polsek Sunggal untuk membuat laporan pengaduan. Polisi pun dikerahkan ke lokasi untuk mengecek TKP. Meski Uba sudah resmi membuat laporan aduan, namun hingga kini sepeda motornya belum juga ditemukan.
“Padahal sepeda motor itu pemberian donatur kepada saya. Itu saya gunakan untuk blusukan membantu mengadvokasi kaum marjinal keliling Kota Medan dan Deli Serdang. Saya sekarang kesulitan bekerja. Saya terpaksa jalan kaki atau naik beca,” timpal Uba.
Karena itu, Uba meminta pihak kepolisian untuk mengungkap siapa maling yang mencuri sepeda motornya dan menemukan kendaraannya. “Saya juga sudah kirim pesan via WhatsApp ke Bapak Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw. Semoga pelakunya bisa ditangkap. Maling-maling ini sungguh meresahkan masyarakat,” pungkas Uba. (Yun)




Discussion about this post