Rahul Silalahi (16) siswa kelas dua SMK N 2 Kota Siantar, warga Desa Tangga Batu, Dusun Kampung Baru, Kecamatan Hatonduhan Kabupaten simalungun, tewas setelah mobil angdes CV Ganda Trans yang di tumpanginya menyenggol truck colt diesel, Selasa (24/4) sekitar pukul 15.30 WIB.
Informasi yang diterima awak media dari Bapatua korban, P Silalahi (50) di lokasi kamar mayat RSUD Djasamen Saragih, Selasa (24/4) sekira pukul 19.00 WIB, posisi korban saat itu menggantung di pintu samping angdes.
Saat angdes CV Ganda hendak menyalip sebuah truck yang melaju searah, tubuh korban terbentur dinding truck, seketika itu juga tubuh korban jatuh ke aspal dan tewas di tempat.
Tampak luka menganga pada bagian kepala sebelah kiri hancur hingga menampakkan goresan luka sangat dalam serta berdarah darah.
Bapatua korban P Silalahi, masih menunggu kedatangan orang tua korban untuk menjemput jenazah. Ia juga sangat menyesalkan aksi supir Angkutan Desa Tanah Jawa sekitarnya disaat jam pulang sekolah sengaja membiarkan penumpang pelajar menggelantung di dinding pintu.
“Pelajaran ini lah bagi supir angdes khusus tanah jawa. Jangan lagi membiarkan penumpang bergantung di pintu samping. Diharapkan kepada orang tua yang memiliki anak sekolah di kota siantar agar mengingatkan jangan mengantung di angkutan desa. Lebih baik menunggu mobil kosong. Disini juga Kita sedang menunggu kedatangan orang tuanya dari kampung untuk menjemput jenazah anaknya dari kamar mayat,”Ungkapnya.
Saat ditanya awak media di ruangan penyidik Sat Lantas Polres Simalungun, Selasa (24/4) sekira pukul 20.00 WIB, Supir angdes CV Ganda Trans jenis grand max, bernomor plat BK 1012 WIB diketahui bernama Sabar Sirait (48) menjelaskan kejadian tersebut terjadi tepatnya di simpang pardamean Desa Jawa Tongah Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun.
Korban naik angdes dari Mall Ramayana, kota siantar sekira pukul 14.30 WIB.
“Saya datang dari siantar menuju hatonduhan. setibanya di lokasi kejadian, aku mau memotong truck Colt Diesel bermuatan dan posisi korban bergantung di samping bodi. Ntah kenapa, penumpangku menjerit dan mengatakan kalau korban pelajar yang mengggantung, jatuh karena terkena bodi truck saat memotong. Setelah itu, pas di tanjakan, kusuruh stop truck itu, tetapi tidak mau berhenti. Korban sudah tertinggal sejauh 50 meter,”Ujar S Sirait.
Lanjutnya, “Sebelum kejadian, awalnya korban duduk di bangku tempel, terus ada penumpang perempuan naik dari tanah jawa dan aku tak tau namanya, lantas ibu itu mengatakan aku lah yang duduk, gantunglah kau, mungkin karena merasa kasihan, Spontanitas korban berdiri dan mau bergantung di dinding pintu samping mobil yang kubawa,”Katanya sembari menundukkan wajahnya saat hendak di photo.
Sama halnya dengan pengendara Mobil Truck Colt Diesel BK 9914 NB, Asmadi (40), warga tebing sangat terkejut ketika di berhentikan supir Angdes. Dia tak mau berhenti karena kondisi jalan tanjakan bertekongan serta posisi jalan licin karena hujan.
Kala itu dirinya datang dari arah kota siantar menuju Desa Huta Padang, Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun membawa pupuk bemuatan 5 ton.
“Tunggu, kata supir angdes itu, aku jalan aja terus bang, karena takut kondisi jalan mendaki menekong dan hujan turun gerimis. Itu kau menyenggol orang dan kena bodi truck mu dan dia sudah mati, katanya lagi samaku. Aku pun terkejut karna dibilang korban mati. Mana korbannya, kutanya gitu bang, lalu jawab supir angdes, itu disana. Aku bilang, ayolah kita bawa ke rumah sakit, ntah masih hidupnya. Pas mau ku angkat beberpa orang bilang jangan, karen korban memang sudah mati si tempat, kita tunggu aja polisi datang,”Bebernya.
Sempat Ditulis sekolah di Methodis
Sebelumnya keterangan yang diterima Newscorner.id dari Kapolsek Tanah Jawa Kompol M Silaen, siswa yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut bersekolah di SMA Methodist. Namun setelah dicek kembali ternyata bersekolah di SMK Negeri 2 Pematangsiantar. (Turnip)


Discussion about this post