Insiden tabrakan beruntun Bus Paradep kontra Dump Truck dan satu Unit Truk Colt Diesel yang terjadi di Jalan Medan, Nagori Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Selasa (24/4) sekitar pukul 19.00 WIB, menewaskan seorang kondektur bus.
Kondektur Bus Paradep diketahui awak media bernama Ibnu Syahri (21) warga Pasar Tengah, Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.
Ia meninggal dunia terjepit dalam posisi terduduk tepatnya di bangku paling depan, dekat pintu keluar masuk penumpang dengan kondisi mengenaskan.
Terlihat jasad korban saat dievakuasi Polisi Lalu Lintas Polres Simalungun di ruangan jenazah RSUD Djasamen Saragih dalam kondisi remuk dan tubuh korban terpotong dua pada bagian pinggang.
Kaki sebelah kanan juga nyaris putus hingga memperlihatkan bagian daging merah di pangkal paha sampai ujung kaki. Bukan hanya hancur, bagian punggungnya juga terlihat bolong dan tembus hingga ke dada.
Setelah tubuhnya di balikkan tim forensik, Terlihat wajah korban penuh luka dan berdarah darah yang kemungkinan kena serpihan kaca bus.
“Seram kali ya bang kondisi jasad korban. Gak tahan aku melihatnya dan ingin rasanya meneteskan air mataku. Beginilah kalau sudah kehendak sang kuasa, setiap manusia berbeda beda cara pemanggilan Tuhan. Selamat jalan lah, “Ucap handi (35) seorang warga yang melihat jasad Ibnu di kamar jenazah.
Kematian kondektur menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga maupun rekan sejawat di Perusahaan Bus Paradep
Satu persatu sepupu Ibnu berdatangan dan menitikkan air mata. Salah seorang kerabat mengenang baru saja bertukar cincin.


Discussion about this post