Saat awak media ini mencoba konfirmasi terkait tindakan Kabag Ops Kompol Firman Darwin yang memprovokator dan melakukan pendorongan terhadap para pedagang, Kapolres Siantar AKBP Doddy Hermawan mengatakan kalau banyak penekanan saat kondisi seperti itu.
“Kemungkinan dengan banyak tekanan beliau (Kompol Firman) sehingga teriak teriak, namun untuk lebih lanjut kondisi sudah stabil beliau tidak seperti itu. Kami juga akan terbuka kepada media. Dan kami juga akan melakukan tindakan kepada Kabag Ops seperti memberi peringatan, memeberikan tindak lanjut sesuai dengan aturan aturan yang ada di kepolisian”, Sebut Kapolres AKBP Doddy Hermawan kepada sejumlah awak media.
Hal tersebut disampaikannya , Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 12.00 WIB usai menerima langsung para pedagang Balimpel (Balerong, Kaki Lima, Kios Tempel) dengan sejumlah para mahasiswa yang mendatangi Polres Pematangsiantar.
Para mahasiswa dari GMKI dengan para pedagang datang ke Polres Siantar untuk menuntut tindakan salah satu anggota kepolisian yang melakukan kekerasan kepada para pedagang hingga mengalami luka di bagian kepala pedagang.
Menurut salah satu pemimpin aksi Fawer Full Fander Sihite terjadinya pemukulam tersebut dikarenakan dengan adanya provokator dari Kabag Ops Kompol Firman Darwin.
“Karena dia (Kompol Firman) yang pertama kali mendorong dorong pedagang, sehingga kami bentrok dengan pihak kepolisian. Kami tidak ada tujuan untuk bentrok ke pihak kepolisian sendiri”, teriak Fawer Full ketika berada di depan Polres Siantar, Jumat (11/5/2018) sekira pukul 12.00 WIB.
Fawer juga mengatakan dihadapan Kapolres AKBP Doddy Hermawan agar menekan para anggota anggotanya maupun memberikan sanksi terhadap anggotanya yang melakukan pemukulan terhadap pedagang Balimpel.
“Kami juga mengutuk keras tindakan kepolisian yang melakukan pemukulan, kami juga sudah mengadukan ke Propam begitu juga teman teman kami”, ungkap Fawer.
Lanjutnya, kami juga mengutuk “mulut polisi” yang mengatakan kami adalah massa bayaran, detik ini kami klarifikasi semua kepada publik, bahwa kami bukan massa bayaran dan kami juga bukan propokator tetapi posisi kami mengawal kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. (Ridho)




Discussion about this post