Aksi spontanitas bakar seribu lilin di Lapangan H Adam Malik Kota Pematangsiantar berlangsung damai, Senin (14/5).
Warga yang hadir juga menyempatkan untuk doa bersama dan ditujukan kepada para korban rentetan bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) lalu.
Pada kesempatan itu, warga yang didominasi muda-mudi Kota pematangsiantar juga membentangkan spanduk bertuliskan tagar #kamitidaktakut dan ajakan untuk melawan aksi terorisme serta tak ada tempat untuk teroris di indonesia terutama di Kota Pematangsiantar.
“Jangan takut dengan terorisme, kita tetap bergandengan tangan untuk melawan mereka,” kata Putra, warga yang ikut aksi, Senin (14/5) sembari meyatakan perbuatan terorisme adalah musuh semua umat di muka bumi.
Amatan di lokasi, warga yang mengikuti aksi tersebut juga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya, untuk mengenang para korban.
Sementara itu, aksi yang digelar pada sekitar pukul 19.30 Wib itu, adalah merupakan aksi spontanitas sebagai bentuk keprihatinan warga.
“Kami semua berduka. Tak ada yang membenarkan aksi (terorisme) di Surabaya. Sakit memang, tapi biarkan Tuhan yang bisa membalas ini semua,” kata seorang pemuda bermarga Aritonang, diikuti anggukan kepala dari rekannya.
Tak hanya di tengah lapangan, warga juga melakukan aksi spontanitas tersebut di Rumah Bolon yang masih berada di kawasan Lapangan H Adam Malik. Tujuan mereka sama, berdoa untuk keselamatan bagi seluruh masyarakat di Indonesia. (Ridho)


Discussion about this post