Seorang anak perempuan berusia 8 tahun di Kecamatan Tarutung, Taput menjadi korban kekerasan dan penganiayaan oleh bapak kandungnya. Korban NL mengalami luka-luka memar di sekujur tubuhnya, akibat dianiaya bapaknya dengan menggunakan gagang sapu hingga gagang sapunya patah.
Penganiayaan itu dilakukan ML (41) warga Kecamatan Tarutung, Taput pada Minggu, 13 agustus 2023 di rumahnya dan dilaporkan pada Senin 14 agustus 2023.
Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi, S.I.K, M.H, melalui kasat reskrim AKP Zuhatta Mahadi, S.T.K membenarkanadanya peristiwa tersebut.
Zuhatta menambahkan, penganiayaan tersebut terjadi Pada minggu, 13 agustus 2023 bertempat di rumahnya sendiri dan dilaporkan, senin 14 agustus 2023.
“Setelah kita menerima pengaduan, penyidik dengan segera membawa korban untuk visum serta memeriksa saksi-saksi. Kurang dari 24 Jam, tepatnya Selasa, 15 agustus 2023, tersangka ML langsung kita tangkap dari tempat persembunyiaan,” sampainya.
Korban yang didampingi neneknya saat melaporkan kejadian tersebut menceritakan, bahwa peristiwa penganiayaan tersebut terjadi saat korban ditanya tersangka ML keberadaan neneknya.
Karena tidak langsung dijawab oleh korban , lalu tersangka emosi tanpa pikir dan mengambil gagang sapu dan memukuli korban hingga gagang sapu tersebut patah-patahnya.
Jeritan tangis korban tidak dihiraukan tersangka hingga tetangga mengetahui peristiwa itu dan melaporkan kepada neneknya.
Selama ini tersangka berprilaku kasar terhadap anaknya-anaknya karena sering mabuk, sehingga 2 anaknya yang masih kecil-kecil sudah tinggal bersama neneknya yang berjarak 500 meter dari rumahnya.
Ibu koban sendiri sekitar 5 bulan yang lewat sudah meninggalkan tersangka dan anak-anak nya karena tidak sanggup atas perilaku suami.
“Saat ini tersangka sudah di tahan di Polres Taput dan dikenakan melanggar pasal 44 ayat 1 UU RI No.23 Tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun,”Terangnya.

