Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Wilayah Kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematang Siantar Tahun 2023, di Hotel Adi Mulia Medan, Rabu (15/11/2023) diharapkan dapat mendorong ketahanan perekonomian di delapan kabupaten/kota, yaitu Pematang Siantar, Simalungun, Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan atau SISIBATASLABUHAN.
Demikian disampaikan Kepala KPw BI Pematang Siantar, Muqorobin, saat membuka Capacity Building TPID se-Wilayah Kerja KPw BI Pematang Siantar.
Selanjutnya, Muqorobin menayampaikan perkembangan inflasi Kota Pematang Siantar sebagai acuan angka inflasi di SISIBATAS LABUHAN, yang pada Oktober 2023 relatif terjaga.

“Secara tahunan atau Oktober 2023 dibandingkan Oktober 2022, realisasi inflasi Pematang Siantar sebesar 2,90% (yoy).Realisasi tersebut sudah menurun apabila dibandingkan pada Desember 2022 yang sebesar 6,16% (yoy),” terangnya.
Menurut Muqorobin, perkembangan inflasi yang terkendali tidak terlepas dari sinergi kebijakan yang makin erat antara pemerintah pusat dan daerah, BI, serta berbagai mitra strategis dalam menurunkan laju inflasi, khususnya melalui penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di daerah.
Ke depan, katanya, TPID di daerah, perlu terus memperkuat respons kebijakan guna memastikan terjaganya inflasi sehingga inflasi tetap terjaga dalam kisaran 3,0±1% di tahun 2023.
Masih kata Muqirobin, berdasarkan asesmen BI Pematang Siantar, secara historis inflasi di periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Pematang Siantar selalu tinggi. Desember 2022, Desember 2021, dan Desember 2020 secara berturut-turut inflasi bulan ke bulan di Pematang Siantar sebesar 1,61% (mtm), 0,85% (mtm), dan 1,47% (mtm).
“Perkembangan tersebut tentunya perlu menjadi perhatian kita semua, TPID di masing-masing daerah, untuk mendorong peningkatan upaya atau extra effort pengendalian inflasi sehingga inflasi dapat terjaga di periode Nataru,” tukasnya.
Sedangkan beberapa upaya yang perlu terus didorong di antaranya pelaksanaan pasar murah yang semakin intensif, monitoring kebutuhan dan ketersediaan pasokan di masing-masing daerah, memastikan kelancaran distribusi komoditas pangan, serta mengkomunikasikan belanja bijak kepada masyarakat.
Selain itu, sebagai salah satu langkah memperkuat koordinasi dan kapasitas TPID di SISIBATAS LABUHAN, khususnya dalam menghadapi periode Nataru, BI Pematang Siantar menyelenggarakan kegiatan Capacity Building TPID di Kota Medan selama dua hari, 15-16 November 2023.
“Di hari pertama kami mengundang narasumber dari Biro Perekonomian Sumut, Bapanas, dan Kemenko Perekonomian RI,” sebut Muqorobin.
Diharapkan, perwakilan TPID tidak perlu ragu-ragu dan dapat menggali ilmu serta pengalaman sebanyak-banyaknya dari ketiga narasumber yang dihadirkan.
“Melalui kegiatan ini, kami juga mengharapkan koordinasi antara pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat juga dapat tersinergikan dengan baik,” tukasnya.
Lebih lanjut dikatakan Muqorobin, sebelumnya KPw BI Pematang Siantar kami telah menyelenggarakan kegiatan Capacity Building TPID yang sama, pada 25 Juli 2023 di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.
Dari hasil pertemuan tersebut dicatat beberapa kendala dan upaya debottlenecking yang telah dilakukan oleh masing-masing TPID, di antaranya keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi; awareness OPD dan pemerintah daerah yang masih rendah terhadap urgensi pengendalian inflasi di daerah; serta indikator perkembangan inflasi yang belum dimiliki oleh semua daerah.
Sebagai salah satu komitmen tindak lanjut dari pertemuan tersebut, katanya, seluruh TPID juga berkomitmen untuk mengadakan koordinasi yang lebih intensif antara delapan kabupaten/kota di wilayah SISIBATAS LABUHAN.
“Dalam rangka terus memperkuat koordinasi dan sinergi program TPID di SISIBATAS LABUHAN, pada hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi teknis untuk mengevaluasi program TPID di tahun ini dan menyusun action plan dalam menghadapi Nataru dan tahun 2024 di masing-masing TPID,” paparnya lebih lanjut.
Melalui berbagai sinergi kebijakan tersebut, diharapkan dapat memastikan terus berlanjutnya penurunan inflasi sehingga inflasi tetap terjaga dalam kisaran 3,0±1% di tahun 2023 dan 2,5±1% di tahun 2024.
Di akhir sambutannya, Muqorobin menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama yang baik dalam rangka pengendalian inflasi di Sumut dan nasional.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi upaya kita bersama dalam pengendalian inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di SISIBATAS LABUHAN,” pungkasnya.
Sementara itu, TPID dari sejumlah kabupaten/kota di SISIBATAS LABUHAN sama-sama mengeluhkan lonjakan harga bahan pangan seperti beras, cabai, dan lainnya. Akibat lonjakan harga, kemampuan masyarakat untuk membeli bahan pangan tidak terpenuhi.
Sedangkan upaya yang dilakukan dalam pengendalian inflasi di setiap daerah di SISIBATASLABUHAN antara lain, melakukan monitoring harga, sidak pasar, kampanye belanja bijak kepada masyarakat, dan menggelar pasar murah.
Selain rapat dan diskusi, acara capacity building TPID juga mendengarkan secara virtual paparan Yudi Harsatriadi Sandyatma selaku Koordinator Kelompok Substansi Stabilitasi Pasokan Uang Bahan Pangan Nasional (Bapanas) terkait kesediaan dan stok harga bahan pangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Lavenda Maharani dari Kemenko Perekonomian RI; Sekda Kabupaten Simalungun Esron Sinaga; Sekda Kabupaten Labusel Heri Wahyudi; Sekda Kota Tanjungbalai Nurmalini Marpaung; Pj Sekda Kota Pematang Siantar Mulyono; dan Asisten II Pemkab Labuhanbatu Ikramsyah Nasution.
Kemudian, Asisten II Pemkab Labura Muhammad Asril; Asisten II Pemkab Asahan Oktoni Ariyanto; Asisten II Pemkab Batubara Radyansyah Fitrianda Lubis, TPID di SISIBATAS LABUHAN, serta sejumlah jurnalis. (*)



