Kelakuan biadab oknum karyawan PT Bridgestone berinisial BI (43) ini sungguh tak dapat ditolerir. Lima orang bocah di Perumahan Karyawan Pabrik PT Brigestone, Perkebunan Karet, Pondok Gudang, Dolok Marangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun diduga jadi korbannya.
Semua korban pencabulan itu masih bertetangga dengan rumah BI. Menurut keterangan salah seorang dari orang tua korban ketika ditemui wartawan di halaman unit PPA Polres Simalungun mengatakan, kelima korban dicabuli di kamar mandi umum yang berlokasi di Huta Pondok Gudang berjarak sekitar 10 meter dari rumah pelaku dan korban.
“Anak-anak dipanggil satu persatu ke dalam kamar mandi dan ditawari mainan imitasi lalu anak-anak ditelanjangi. Selanjutnya, kedua paha seluruh korban dilebarkan dan kemaluannya dikobel-kobel,” ungkapnya.
Anehnya kata orang tua korban, setelah dikobel-kobel, anak-anak disuruh buang air kecil lalu air seninya ditampung ke mangkok.
Saat kencing, pelaku memfoto dengan menggunakan handphone. Hal tersebut dikatakan beberapa orang tua korban dan bahkan pelaku sempat memasukkan jari-jarinya kedalam kemaluan salah satu korban berinisial NI hingga mengalami luka robek.
JH (36) salah satu Ibu korban berinisial NA saat ditanyai juga mengatakan, sebelum kelima korban dicabuli sudah pernah terjadi pencabulan yang dilakukan oleh pelaku, namun pihak orangtua korban tidak berani melaporkan karena takut.
“Iya anakku juga disuruh kencing lalu air seninya ditampung dimangkok sambil difoto-foto pake handphone di kamar mandi umum. Sebelumnya juga ada kejadian tetapi kami tidak berani melaporkan pelaku ke polisi. Besok hari Selasa (15/05) kami akan ke RSU untuk melakukan visum,” ujarnya waktu itu kepada wartawan.
Masih kata JH menerangkan, pelaku sudah mempunyai istri dan satu anak duduk dibangku sekolah SMP, JH juga mengatakan, saat ini pelaku sudah melarikan diri dua hari yang lalu.
”Pelaku sudah tidak ada lagi dirumahnya, dua hari yang lalu sudah melarikan diri, sementara istrinya bersama anaknya masih di rumah,” bilangnya.
Tiga orang tua korban BM (42), UA dan AH mengatakan, kejadian pencabulan terjadi pada Selasa (8/5) yang lalu sekira pukul 15.00 WIB.
“Kejadiannya pada hari Selasa kemarin, setelah anakku mengeluh kesakitan atas perbuatan pelaku. Aku bersama istriku didampingi Pangulu dan Gamot pada saat itu juga langsung mendatangi rumah pelaku. Di hadapan pangulu, pelaku pun mengakui perbuatannya. saat kutanyai untuk apa air kencing itu ditaruh dimangkok, ia mengakui katanya buat main-main aja. Dia juga mengakui telah membuka paha korban saat kencing dan mengkobel-kobelnya,” jelas orang tua korban.
Kasus pencabulan yang diduga dilakukan BI (43) warga Perumahan Karyawan Pabrik PT Brigestone, Perkebunan Karet, Pondok Gudang, Dolok Marangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, yang sempat dilaporkan ke unit PPA Polres Simalungun, masih ditangani unit PPA Sat Reskrim Polres Simalungun.
Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Poltak Simbolon S.IK ketika dikonfirmasi awak media melalui Kanit PPA Ipda Bontor Tobing pada Senin siang (04/06) sekira pukul 15.00 WIB, di Mako Polres Simalungun.
“Benar, kasusnya masih kita tangani, kita masih menunggu hasil Visum RSU Dr.Djasamen Saragih kota Siantar, Memang sudah banyak yang menelepon saya, katanya mereka, salah satu orang tua korban dengan pelaku sudah berdamai, namun saya bilang, saya tidak mau, ini kasus dugaan pencabulan tidak sembarangan”, “ucapnya kepada wartawan.
Lanjutnya, “Nanti setelah hasil Visum keluar, dan hasilnya menyatakan adanya pencabulan, pasti ditangkap pelakunya walaupun katanya sudah pindah rumah ataupun melarikan diri sampai kemana pun, pasti kutangkap,” kata Ipda Bontor Tobing lagi kepada wartawan.
Sebelumnya BI (43) diduga telah mencabuli lima orang bocah ingusan, ada yang masduduk di bangku kelas satu SD bahkan ada yang masih berumur empat tahun. Diketahui kelima korban berinisial Ni (6) duduk di bangku Taman Kanak-kanak, NN (7) kelas I SD, NA (5) serta UA (7) kelas I SD dan adik kandungnya AH (4).
(Turnip)




Discussion about this post