Warga Nagori Bosar, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun sontak geger, pasalnya Rahman Cahyo (36) di temukan tewas tergantung di tiang kosen rumah kosong, Jumat (8/6) sekira puku 07.30 WIB.
Wargapun berbondong bondong mengerumuni lokasi rumah kosong tempat ditemukan rahman tewas tergantung. Satu jam kemudian, Bripka Dodi Sembiring, personil Polsek Panei Tongah pun tiba di lokasi.
Bersama warga Bripka Dodi menurunkan jasad korban dari tali yang menjerat lehernya.
Kardi (53), warga setempat yang pertama sekali melihat jasad korban menuturkan kepada wartawan, bahwa sebelum temuan jasad rahman, seperti biasa, setiap pagi ia memberikan makanan ternak kambingnya yang kandangnya persis berada di belakang rumah kosong.
Usai memberikan makanan kambing, kardi melihat pintu rumah kosong terbuka yang mana kalau siang hari, rumah tersebut ia gunakan sebagai tempat istirahat. Alangkah terkejutnya, saat memasuki rumah, ia melihat sesosok jasad pria tak bergerak dalam posisi tergantung tali di kosen rumah.
Spontan ia pun berteriak dikampung itu dan langsung menuju rumah kontrakan korban dan memberitahukan temuannya kepada istri dan mertuanya. Suara kardi saat itu menggelegar, sehingga membuat suasana kampung berubah menjadi ramai.
Puluhan warga yang masih berada didalam rumah pagi itu pun ikut keluar.
Dugaan sementara Rahman Cahyo nekat mengakhiri hidupnya karena deperesi akibat permasalahan ekonomi yang menghimpit kehidupan rumah tangganya, apalagi istrinya baru saja melahirkan anak keduanya,
Ketika di konfirmasi wartawan kepada Kapolsek Paneitongah terkait adanya warga panombean di temukan tewas gantung diri, AKP Peris Gultom membenarkan kejadian tersebut. “Benar, seorang warga di temukan tewas gantung diri,” Ucapnya singkat.(Turnip)


Discussion about this post