Tepat di hari Rabu 4 Juli 2018, Rumah Sakit Vita Insani atau yang biasa disebut RSVI genap berusia 35 tahun. Bertempat di Hall RS Vita Insani, Jalan Merdeka, No. 329, Pematangsiantar, acara puncak diselenggarakan yang dihadiri komisaris utama, direktur PT. Vita Insani Sentra Medika dan direktur RS Vita Insani, serta pegawai.
Serangkaian acara diselenggarakan panitia untuk memeriahkan acara ulang tahun rumah sakit swasta terbesar di Kota Pematangsiantar itu. Mulai dari bakti, donor darah, jalan sehat, senam, mengunjungi panti asuhan, seminar kedokteran untuk dokter umum dan spesialis dan perlombaan.
“Terimakasih kepada Managemen dan direktur utama yang telah mempercayakan kami sebagai panitia. Kepada teman teman panitia, rasa bangga saya, kita adalah tim yang baik. Yang telah mengorbankan waktu kalian, mengorbankan pikiran kalian,” kata Ketua Panitia dr. M. Andriady Saidi Nasution saat memberikan kata sambutan di Hall RSVI, Rabu (4/7).

Komisaris Utama DR Ir. Marasi Sibarani menceritakan bahwa pendiri Rumah Sakit Vita Insani berawal dari obrolan di warung kopi oleh 4 orang pemuda, diantaranya yaitu DR Ir. Marasi Sibarani, dr. Med. Sarmedi Purba yang saat ini menjabat sebagai direktur PT. Vita Insani Sentra Medika, Ir Frank Djingga dan dr. Poltak Naiborhu.
Obrolan demi obrolan berlangsung di warung kopi tersebut. Tidak jarang, mereka pulang ke rumah masing-masing sampai jam 2 pagi.
Namun, dari pemikiran dan pengorbanan waktu yang mereka berikan, Rumah Sakit Vita Insani akhirnya berdiri dan menjadi rumah sakit rujukan di Sumatera Utara.
“Kami minum kopi sekali seminggu. Dulu waktu zaman kami, kedai kopi tak sebanyak sekarang. Ada yang mengatakan, bisnis dimulai dari minum kopi, bisnis dimulai dari berbincang-bincang,”kenang Marasi, pria lulusan salah satu Universitas di Jerman.
Tidak lupa, Ia mengucapkan terimakasih kepada panitia yang telah bersusah payah mempersiapkan acara ulang tahun yang sederhana dan simpel. “Pada ketua panitia, saya berterimakasih dengan acara ini. Simple dan sederhana,” pujinya.
Didepan seluruh undangan yang hadir, Marasi Sibarani sempat menyinggung proses karir dr. Alphin Hoza, dari menjadi dokter jaga hingga direktur RSVI. “Dan dr. Alphin yang saat ini direktur rumah sakit, dulunya dokter jaga 24 jam di Vita Insani,” celetuknya, yang langsung mendapat tepuk tangan dari para undangan.
“Siapa sekarang yang mau menjadi dokter jaga 24 jam? Tidak ada,” candanya yang direspon tawa langsung oleh dr. Alphin Hoza.
Selanjutnya acara acara diisi dengan kata sambutan dari direktur PT. Vita Insani Sentra Medika, dr. Med. Sarmedi Purba. Sama seperti DR. Marasi, dr. Sarmedi juga menyanjung kinerja dr. Alphin Hoza yang telah membawa RSVI maju dan perayaan ulang tahun yang meriah.

Kesempatan dr. Alphin Hoza sebagai Direktur Utama RSVI memberikan kata sambutan.
Dalam pemaparannya, dr. Alphin tidak menyangkal candaan DR. Sarmedi Purba yang mengatakan, dulunya ia adalah dokter jaga yang tidur di rumah sakit.
“Memang yang diterangkan pak Sibarani itu ada benarnya. Dulu saya 3 bulan dokter jaga 24 jam di Vita Insani. Di kamar 318 itu lah kamar saya,” jelasnya.
Saat menjadi dokter jaga, dr. Alphin tidak jarang menjadi supir ambulans yang membawa pasien meninggal ke rumah duka. “Jadi berkat itu juga, doa dari roh roh mereka (pasien meninggal yang diantar) sehingga saya dapat berkeja, bekerja dan bekerja dan dipercaya memimpin RSVI,” terangnya, diikuti tawa para undangan.
Kemudian acara dilanjutkan dengan potong kue tart dan nasi tumpeng. Satu persatu komisaris dan owner, direktur, hingga pegawai paling senior dan junior disuapi nasi tumpeng. Pemotongan nasi tumpeng itu dipimpin dr. Harlen Saragih.(Dhev)


Discussion about this post