Ratusan warga menyampaikan aspirasi melalui Aksi Solidaritas Damai dan Doa Bersama yang digelar di Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar pada Rabu (16/5) malam.
Koordinator aksi, BP Damanik dalam sambutannya mengatakan, selain menyampaikan rasa duka yang mendalam terkait adanya peristiwa rentetan bom bunuh diri yang terjadi di berbagai kota di Indonesia, aksi juga mengajak warga untuk berdoa bersama disertai dengan penyalaan seribu lilin setelah lebih dulu menyanyikan lagi-lagu kebangsaan.
“Kita harus bangkit, kita tidak boleh takut terhadap terorisme. Sebab, mereka adalah para pengecut yang tidak boleh lagi mendapatkan hak di negara cinta damai ini,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, warga yang hadir dalam kesempatan itu juga turut membentangkan spanduk bertulis tagar #kamitidaktakut dan #PrayForIndonesia. Di atasnya, ratusan tanda tangan serta pernyataan sikap menolak dengan keras aksi terorisme di Indonesia juga mewarnai spanduk tersebut.
Sementara itu, Kapolres Pematangsiantar AKBP Doddy Hermawan SIK, dalam sambutannya pada aksi itu, mengapresiasi aksi yang berlangsung damai tersebut. Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa namun turut membantu mempersempit ruang gerak para terduga teroris.
“Menunjukan kalau kita tidak takut melawan aksi teroris dan kami dari Polri akan tetap melindungi dan mengayomi masryarakat terutama yang ada di Kota Pematangsiantar,” ujarnya.
“Untuk antisipasi hal-hal tak terduga, kami sudah menyiapkan personil untuk bersiaga menjaga keamanan di seluruh tempat-tempat ibadah, tempat pertokoan, swalayan atau pasar. Dalam hal ini, Polres Pematangsiantar bekerja sama dengan Kompi 2 Batalyon B Satbrimobda Sumut,” sambung Kapolres.
Hingga aksi usai dan peserta perlahan membubarkan diri, acara berlangsung kondusif dengan pengawalan dari pihak kepolisian yang setia berjaga sejak acara dimulai. (Ridho)


Discussion about this post