Salah seorang anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dengan pangkat Sersan Dua (Serda) Hasudungan Immanuel Sihite, HIS (24) ditemukan tewas tergantung di rumah orangtuanya di Dusun I, Desa Onanganjang, Kecamatan Onanganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Senin (2/3) sekira pukul 18.30 WIB.
Saat ditemukan kali pertama oleh ayahnya, Dusson Sihite, leher HIS terjerat sehelai kain sarung. Kebetulan sore itu, Dusson dan putranya yang juga abang kandung HIS, Parlindungan Sihite, baru pulang dari ladang.
Menurut Kepala Penerangan Korem 023/KS Mayor Arh Keles Sinaga melalui telepon selulernya, Selasa (3/3), HIS merupakan anggota Batalion Infanteri Mekanis 643/Wanara Sakti Tarakan, Kalimantan Utara.
Sesuai informasi yang dihimpun, kata Keles, selama tinggal di rumah orangtuanya, HIS sering terlihat murung dan lebih banyak berdiam diri.
“Kata orangtuanya, dalam tiga hari ini korban selalu diam, hingga kemudian ditemukan gantung diri menggunakan kain sarung,” ungkap Keles, dan menambahkan, berdasarkan keterangan anggota TNI di lapangan, ternyata HIS tidak sedang cuti libur dari kesatuannya. Hal tersebut sesuai keterangan Babinsa Koramil Onanganjang, Serda Sutan Lumbangaol.
“Yang bersangkutan tidak ada izin cuti dari kesatuan dan keberadaan korban tidak sepengetahuan Koramil Onanganjang,” tukasnya.
Peristiwa tewasnya HIS ditangani Polres Humbahas dan Koramil 09/Onanganjang. Jenazah korban dibawa ke Puskesmas Onanganjang untuk diotopsi.
Sedangkan Camat Onanganjang Ferry Sitorus, kepada wartawan menyebut HIS bukan berdomisili di Kecamatan Onanganjang. Hanya saja orangtuanya merupakan warga Onanganjang.
Namun menurut warga sekitar dan keluarga, HIS pulang ke kampung untuk berlibur.
“Katanya dia cuti satu minggu. Sepengetahuan kami, tidak ada terdengar cekcok dengan keluarga,” kata warga.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Humbahas Aiptu S Purba, menyebut pihaknya sudah menerima laporan anggota TNI tewas di Kecamatan Onanganjang. (*)



Discussion about this post