Aksi balap liar yang membahayakan pengguna jalan di Pusat Kota Pematangsiantar kembali terjadi pada Sabtu (18/7) dini hari hingga pagi. Sekelompok pemotor bahkan terlibat perkelahian di sana. Kondisi ini pun telah berulang kali terjadi, dan tak dapat diatasi Pemerintah Kota melalui Satpol PP maupun Kepolisian.
Pantauan di Lokasi, sekitar pukul 1.00 WIB para memotor mulai berkumpul di warung kopi yang ada di depan STIH YNI, Jalan Merdeka. Kian larut para pemotor makin banyak dan menggebergeber sepedamotor, diyakini untuk mengetes kemampuan jajal sepedamotor.
Aksi balapan pun berlangsung disaksikan ratusan pemuda yang memberi dukungan meneriaki pembalap. Namun tak lama terjadi kegaduhan dan keributan. Disinyalir akibat motif taruhan uang yang tak pas.
Seorang pemuda dipukuli dan dikejar, jalanan pun dipenuhi para pemotor dan kelompok-kelompoknya Kemudian para pemotor terlihat bergerak ke arah Jalan Asahan, sebagian lainnya berkumpul di Jalan MH Sitorus.
Lihat postingan ini di Instagram
Di jalan MH Sitorus tepatnya di depan Komplek Pertokoan DL Sitorus sejumlah pemotor kembali membuat keributan dengan menggeber-geber mesin kendaraannya.
Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi Pardamean Saragih yang dikonfirmasi melalui Kasat Lantas, AKP Hasan menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan tiga unit kendaraan roda dua dari sekitar lokasi balapan.
Dua unit kendaraan yang ditinggal pemiliknya, diamankan dari depan Toko Asli Jalan Merdeka. Sedangkan satu unit sepedamotor lainnya diamankan dari Simpang Jalan Bandung. Tiga sepedamotor itu selanjutnya diamankan ke Polres Pematangsiantar.
Sebagai langlah antisipasi, Kasat lantas mengaku akan selalu patroli. “Yang tertangkap tangan pelaku atau penonton maupun yang ada di sekitar akan kita tindak dan sita kenderaannya,” kata Kasat
Sementara itu Kepala Kantor Satpol PP Kota Pematangsiantar, Robert Samosir menyampaikan kepada Newscorner.id pihaknya akan mengingatkan dan meneribkan lokasi tempat mangkal para pemotor itu.
“Bila memang telah mengganggu trantibum, kami akan ingatkan dan bila tidak diindahkan akan kami koordinasikan dengan pihak YNI terkait pedagang tersebut. Sebab sepengamatan kami mereka menggunakan kaki lima bangunan YNI dan bila menggunakan trotoar akan kami tertibkan,” terang Robert Samosir.


Discussion about this post