Cep Deden Muchroji Bin Dadun yang berusia 27 tahun menjadi calon jamaah haji (calhaj) temuda laki-laki asal Kota Pematangsiantar. Sedangkan calhaj termuda perempuan atas nama Widuri Wahyuni SW Binti Suwardi, dengan usia 30 tahun.
Sedangkan calhaj tertua laki-laku bernama Abdul Khairi Bin Abdullah berusia 79 tahun, dan calhaj tertua perempuan Nyami Binti Samsusi usia 88 tahun.
Hal tersebut diketahui dari sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Pematangsiantar Drs HM Hasbi, saat acara tepung tawar calhaj di rumah dinas Walikota Pematangsiantar, Jalan MH Sitorus, Rabu (17/7).
Disebutkan Hasbi, jumlah calhaj asal Kota Pematangsiantar 149 orang, yakni laki-laki 47 orang dan perempuan 102 orang. Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji Medan, Senin (22/7) pukul 11.00 WIB. Kemudian, esoknya Selasa (23/7) pukul 13.15 WIB para calhaj yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 gelombang 2 tersebut, akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Kuala Namu Deliserdang. Diperkirakan, mereka tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Selasa (23/7) pukul 17.50 waktu setempat.
Rombongan, sambungnya, dijadwalkan kembali ke tanah air dari Madinah pada 2 September 2019 pukul 19.10 waktu setempat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Arab Saudi. Diperkirakan tiba di Indonesia 3 September 2019 pukul 07.50 WIB.
Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah SE MM dalam sambutannya mengatakan, acara tepung tawar sebagai ungkapan bahagia dan syukur. Sebab Kota Pematangsiantar akan memberangkatkan orang-orang yang menjadi tamu Allah dan menjadi panutan di masyarakat.
Sejatinya, kata dia, di balik gelar haji yang akan disandang nantinya, melekat kebaikan dan kebajikan yang tentunya memberikan sumbangsih positif pada kehidupan beragama di Kota Pematangsiantar.
Masih kata Hefriansyah, ibadah haji merupakan ibadah yang diwajibkan kepada mereka yang memiliki kemampuan ekonomi, siap secara fisik/mental melalui persiapan yang cukup berat, melelahkan namun sarat nilai-nilai spiritual, yang dimulai dari manasik hingga sepulangnya dari tanah suci Makkah.
“Jaga kekompakan dan persaudaraan sesama calon haji/hajjah. Jaga kesehatan fisik sehingga tidak mengganggu kelancaran seluruh rangkaian ibadah yang bapak/ibu kerjakan di tanah suci. Dan, jadilah duta bangsa Indonesia yang juga mengharumkan nama Kota Pematangsiantar dengan menjaga etika serta sikap yang baik selama di tanah suci,” imbau Hefriansyah.
Ia berharap, sepulangnya para calhaj dari tanah suci, akan menjadi haji dan hajjah yang makbul dan mabrur.
“Yang mampu menjaga hubungan baik manusia dengan Allah SWT dan hubungan manusia dengan manusia,” tukasnya.
Turut hadir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pematangsiantar, Wadandenpom I/l Kota Pematangsiantar, Danyon 122 Tombak Sakti, Danki Brimob Subden 2B/ Pematangsiantar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar Drs HM Ali Lubis, pimpinan BUMN, BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. (*)


Discussion about this post