Peristiwa mengerikan yang terjadi di sekitaran Jl. Ronggur Nihuta pada Minggu (9/8) dinihari lalu sekitar pukul 03.00 WIB menyisakan luka dan duka mendalam. Rianto Simbolon (41) yang ditemukan tewas itu ternyata dibunuh oleh tujuh orang pria yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya.
Informasi dihimpun, pembunuhan terkadap rianto didasari konflik sengketa lahan keluarga. Di mana hal itu telah berlangsung beberapa waktu terakhir, namun motif tersebut masih didalami polisi.
Sebelum meninggal, Rianto menjadi orang tua tunggal bagi tujuh orang anaknya, di mana sang istri telah lebih dulu menghadap sang pencipta.

Almarhum Rianto Simbolon meninggalkan 7 orang anak yaitu 4 laki-laki dan 3 perempuan. Anak pertama bernama Menanti br Simbolon (17) duduk di kelas XII SMA Negeri I Kecamatan Ronggur Nihuta, anak kedua dan ketiga dan keempat masih duduk di kelas I, II dan III SMP Ronggur Nihuta, anak kelima dan keenam ada di Panti Asuhan Sitinoraiti, satu duduk di kelas 4 SD dan anaknya paling kecil masih berusia 5 tahun.
Kapolres Samosir AKBP M Saleh melalui Kasatreskrim AKP Suhartono kepada wartawan membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan 4 orang dari tujuh tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Keempat tersangka yang diamankan yakni, BS (27), TS (30), PS (40) dan JS (60) yang seluruhnya merupakan warga Desa Sijambur, Kecamatan Ronggurnihuta, Samosir. Sementara tiga orang lainnya masih dalam pengejaran polisi.
Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, MM didampingi beberapa pimpinan SKPD, menyampaikan duka mendalam dan melayat ke rumah duka Alm. Rianto Simbolon, di Desa Sijambur, Kecamatan Ronggur Nihuta , Selasa (11/8).
Kepada keluarga yang ditinggalkan Bupati menyampaikan duka mendalam dan berharap agar keluarga tabah dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Rapidin Simbolon berjanji akan memberikan beasiswa kepada ke-7 orang anak yang ditinggalkan almarhum, dan jika keluarga bersedia ketujuh anak tersebut akan diasuh oleh Rapidin Simbolon.



Discussion about this post