Berdalih ingin menyelesaikan masalah pembayaran, OTO kredit motor tipu konsumen dan sita septor, akinbatnya sejumlah konsumen menggeruduk kantor OTO Kredit Motor di Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Sitalasari
.
Seorang wanita paruh baya sontak kebingungan setelah sepada motornya di ambil paksa dengan dalih mengajak ke kantor finance “OTO KREDIT MOTOR ” yang berada di jalan Rajamin Purba, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Sitalasari Sabtu (28/4) sekitar pukul 11:00 WIB.
Sejumlah pria yang mendatanginya erdalih ingin menyelesaikan masalah mengenai pembayaran kredit spedamotor jenis yamaha mio M 125 BK 4911 WAF miliknya. Namun sesampainya di kantor OTO kredit, sepedamotor Rana (41) langsung saja di rantai dan gembok.
Setelah Sepedamotornya digembok, debt kolektor tersebut langsung meniggalkan lokasi.
“Debt kolektor tersebut langsung melarikan diri, sementara saya mau bayar gak bisa diterima kantor katanya bang. Padahal nunggak pun baru satu bulan, mau dibayar kok gak bisa diterima kantor,” jelasnya.
Begitu juga pengakuan Andri Herdiansyah(37) yang beralamat Desa Sipispis, Kelurahan Serba Menanti, Kabupaten Serdang Bedagai dan kakaknya Limaria Sinaga (46) warga Hutabayu Raja, Kecamatan Tanah Jawa.
Keduanya mengalami hal yang sama. Dijelaskannya bahkan Andri dan kakanya sudah seminggu yang lalu sabtu(21/4/18) menginap di tempat familinya di kawasan Rindam.
“Demi mau ngurus sepedamotor ini jelasnya.
Karena pihak OTO kredit menjanjikan mau menyelsaikan masalah angsuran akan tetapi sudah satu minggu masalah ini tidak selesai juga, padahal uang angsuran nya udah kubawa ini dari seminggu yang lalu bang,”jelas Andri kepada wartawan.
Pantauan wartawan di kantor OTO kredit, sejumlah nasabah datang menggruduk ke kantor tersebut dengan mengalami hal yang sama di tipu oleh kolektor yang berdalih ingin menyelesaikan angsurannya namun akhirnya merampas sepedamotor dengan cara membohongi nasabah.
Saat dikonfirmasi ke kantornya, pihak OTO kredit motor tidak ada yang bisa menjelaskan tentang kejadian tersebut.
Yumico, salah seorang security yang ditemui di kantor tersebut mengatakan hal tersebut di luar kekuasaannya.
“Itu di luar kekuasaan saya, tunggu orang kantor lah bang,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan masih terlihat beberapa konsumen marah-marah dan ngamuk karena belum ada penyelesaian dari pihak OTO kredit.(Ridho)




Discussion about this post