Polisi telah mengidentifikasi korban wanita yang ditemukan tewas dengan belasan luka tusukan di halaman Mesjid Al-Badar, Jalan Binjai, tepatnya di depan Makodam I BB beberapa hari lalu. Wanita itu adalah Fitriana (17) warga Dusun Peutua, Ali, Desa Cot Jabet, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireun, Aceh.
Kasus pembunuhan itu telah diungkap dan pelakunya telah ditangkap polisi. Pelaku pembunuhan terhadap gadis itu adalah kekasihnya, Wenieli Daeli alias Ario alias Puntung (31) asal Tetehosi, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat. Di Medan pria asal Nias itu kos di Jalan Kakaktua, Gang Nuri, Kelurahan Sei Kambing B, Kecamatan Medan Sunggal.
Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja bersama Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi pun menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tersebut, Minggu (10/1) sore di depan kantor Dirkrimum Polda Sumut .
Dalam paparannya, Tatan Dirsan mantan Kabidhumas Polda Sumut yang didampingi penggantinya menerangkan pelaku pembunuhan telah ditembak polisi karena melawan saat proses pengembangan kasus itu. Wenieli Daeli, pelaku yang merupakan kekasih korban pun tewas ditembus peluru.
Disampaikan dalam konfrrensi pers tersebut, Wenieli Daeili menghabisi nyawa korban Fitriana karena kesal dimintai pertanggungjawaban atas kehamilan kekasihnya itu. Fitriana ditusuk pisau 13 liang hingga tewas.
“Motifnya, tersangka dimintai pertanggungjawaban oleh korban untuk dinikahi karena kekasihnya sudah hamil,” ujar Tatan Dirsan.
Fitriana dihabisi Selasa 5 Januari lalu dengan sebilah pisau, pukul 21.30 WIB di halaman samping Masjid Al Badar, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Kambing, Kecamatan Medan Sunggal. Selain menganiaya Fitriana, ternyata pada malam yang sama pelaku juga menganiaya seorang korban lainnya di tempat terpisah.
“Ada dua TKP pada hari yang sama Wenieli Daeli melakukan pembunuhan terhadap pacarnya,” terang Dirkrimum Polda Sumut.
Setelah membunuh Fitriana, sekitar Pukul 22.30 WIB, Wenieli melakukan penganiayaan berat terhadap Irvandi Malau (35) sesama pengemis di emperan toko Jalan Nibung Raya, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.
Wenieli ‘menghadiahi’ Irvandi 10 bacokan hingga tangan kanannya cacat.
Polsek Sunggal bersama Polrestabes Medan, petugas Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut selanjutnya melakukan olah TKP dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut. Lalu melakukan olah TKP di emperan toko Jalan Nibung Raya, termasuk memeriksa saksi-saksi.
Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut yang bekerjasama dengan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu dan Polsek Aek Natas lalu menangkap Wenieli Daeli yang melarikan diri ke Labuhanbatu.
Wenieli Daeli diinterogasi dan mengakui telah membunuh Fitriana serta menganiaya Irvandi Malau menggunakan sebilah parang. Lalu polisi melakukan pencarian barang bukti alat yang digunakannya untuk menghabisi korban.
Tersangka mengaku menyembunyikan parang tersebut di belakang warung, di kawasan Jalan Gajah Mada, Medan. Kemudian tersangka dibawa polisi, namun mengelabui polisi dengan mengatakan parang yang dia gunakan tidak ditemukan.
Selanjutnya tersangka Wenieli Daeli mengakui, parang disembunyikan di balik Kotak Travo PLN, Jalan Perpustakaan, Medan. Sedangkan pisau yang digunakan membunuh kekasihnya ditemukan di Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Asahan.
Ketika anggota Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut memerintahkannya menunjukkan parang, Wenieli tiba-tiba memberontak. Dia memberikan perlawanan serta mengambil sebilah parang dari balik travo PLN dan menyerang personel polisi hingga terluka.
Saat itu juga, anggota polisi lainnya menembak Wenieli dan pria itu langsung roboh. Dalam perjalanan ke rumah sakit, pria itu menghembuskan nafas terakhir. Sementara anggota Polda Sumut yang terluka dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.
Sebelumnya diberitakan Newscorner.id,
warga di sekitar Jalan Medan-Binjai, Kelurahan Sei Sekambing B, Kecamatan Medan Sunggal dihebohkan penemuan sesosok mayat wanita yang diperkirakan berusia 25 tahun di halaman Mesjid yang tak jauh dari Makodam I/BB.
Mayat wanita yang belum diketahui identitasnya itu diduga dihabisi oleh orang dekat. Keberadaan jenazah wanita itu pertama sekali diketahui oleh warga sekitar pada Selasa (5/1) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ditemukan korban mengenakan jilbab warna hitam dan memakai baju kemeja hitam bintik putih, rok panjang serta sandal jepit.
Kemudian informasi itu sampai Kepling dan dilaporkan ke pihak kepolisian. Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal yang melakukan pengecekan bersama anggotanya kemudian menghubungi Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polrestabes Medan untuk proses identifikasi.




Discussion about this post