Perstiwa duka tenggelamnya 6 orang di Simalungun pada Minggu (19/7) sore di Huta Sipanga, Nagori Bandar Selamat, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, menorehkan luka dan duka. Suhardi Sitanggang, pria berusia 44 tahun asal Paya Bagas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara kehilangan 6 orang keluarganya, istri, 3 anak, ipar serta ponakan.
Lima dari enam orang korban yang hanyut dan tenggelam di Sungai Bahapal, Huta Sipanga, Nagori Bandar Selamat, Kecamatan Dolok Batu Nanggar sudah ditemukan. Namun naas saat ditemukan kelimanya sudah meninggal dunia. Satu orang korban lainnya yakni Rahman (38) belum ditemukan.
Upaya pencarian terhadap korban pun masih terus dilakukan. Kordimnator Ops Sar Octo Tambunan menyampaikan, Pos SAR Parapat telah terjun ke lokasi kejadian dan melakukan upaya pencarian korban hilang. Namun hingga Senin(20/7) sekitar pukul 11.25 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
“Tim SAR Gabungan telah melaksanakan Ops SAR dengan hasil masih nihil. Pencarian dengan menggunakan perahu lcr sementara tidak dapat dilaksanakan karena medan sungai yang menyempit dan banyak bebatuan cadas. Pencarian dilaksanakan dengan cara tim dibagi 3 SRU. SRU 1 melakukan pencarian di daerah yang dicurigai pusaran air. SRU 2 mencari di tumpukan sampah dan SRU 3 menyisir sejauh 4-5 KM ke arah tangkahan,” terang Octo Tambunan.
Sebelumnya keluarga Suhardi Sitanggang datang ke Huta Sipanga, Nagori Bandar Selamat, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun pada Minggu (19/7) dengan tujuan bersilaturahmi ke rumah kerabat dan menikmati liburan singkat di akhir pekan.
Namun kunjungan mereka berubah menjadi duka, enam orang dari keluarga itu hanyut dan tenggelam. Suhardi Sitanggang kehilangan istrinya Evi Naibaho (44) dan tiga anak perempuannya sekaligus dalam peristiwa naas itu, Firli Ayu (12), Fitri Ayu (10) dan Feby Ayu (8) dan Iparnya, Rahman (38) yang belum ditemukan.


Discussion about this post