Infrastruktur jembatan (abutment) penghubung jalan nasional menuju Desa Hutauruk Hasundutan Kecamatan Sipoholon, Taput, mengalami penurunan sekitar 1 meter.
Informasi dari warga menyebut, hujan lebat 2 hari berturut-turut sebagai penyebab kerusakan abutment jembatan.
“Hantaman dan luapan air membawa batang pohon akibat hujan lebat turut menggerus tiang penyangga selama ini,” terang M Hutauruk, Minggu (30/9/2018).
Dia berharap penanganan dini dari Pemkab Tapanuli Utara karena jembatan tersebut sebagai akses penghubung satu-satunya menuju kota Tarutung.
Kepala Dinas PUPR Tapanuli Utara, Ir Anggiat Rajagukguk MM ketika dihubungi mengatakan, perbaikan jembatan tersebut merupakan prioritas utama dan sudah diusulkan ke Kementerian PUPR baru-baru ini.
“Realisasi kemungkinan tahun 2019 mendatang. Dan untuk mengantisipasi kerusakan saat ini, akan segera dilakukan peninjauan,” jawab Anggiat Rajagukguk, Minggu (30/9/2018).
Pantauan Newscorner.id di lokasi akibat penurunan sekitar 1 meter, lantai dan tiang peyangga sudah mengalami kemiringan. Dikhawatirkan akan berdampak putusnya badan jembatan yang mempengaruhi arus mobilisasi hasil bumi dari desa tersebut. (Jumpa M)




Discussion about this post