Sejumlah kru NAM Air (anak perusahaan Sriwijaya Air) menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, Sabtu (9/1/2021). Hal ini membuat mantan pramugari NAM Air, Mega Rosalina, sangat berduka. Sebab banyak kenangan dirinya bersama sejumlah korban saat ia masih aktif bertugas.
Mega yang dihubungi Newscorner.id via Whatsapp, Minggu (10/1/2021) siang menuturkan ia sudah resign dari NAM Air beberapa waktu lalu karena menikah. Menurutnya, seluruh Extra Crew (XCU) di Sriwjaya Air naas itu dikenalnya.
“Semua XCU (korban Sriwijaya Air) merupakan teman saya. Mba Yuni Saputri (Mba Unyun), Mba Isti Yuda, Mba Oke. Kalau Mba Grislend dia baru join juga di NAM Air. Kalau sama Grislend saya pernah sekali terbang bareng, lebih sering change crew,” terangnya.
“Lalu Capt Dikgun, sering terbang bareng juga. Baik banget orangnya, suka bercanda. Mas Fadly, FO-nya baik banget,” tambahnya.
Mega mengaku cukup dekat dengan Yuni, Isti, dan Oke.
“Dulu sering terbang bareng,” tukasnya.
Khusus Isti, katanya, sering ia ikut mengantar jemput.
“Setiap terbang bareng ataupun nggak terbang bareng, jemputan selalu bareng. Jadi kalau ada schedule, yang kebetulan mba Isti juga terbang, kami dibarengin,” terang Mega, seraya menambahkan ia teman-temannya lebih sering memanggil Isti dengan sebutan Mak Isti.
Sedangkan Unyun, sambung Mega, merupakan teman yang ceria dan sangat baik.
“Kalau terbang bareng, pasti kami satu kamar berdua. Dia selalu buat candaan. Mba Isti juga orangnya lucu dan baik. Tiap mau bareng jemputan, selalu sibuk sama rambutnya. Tapi kemudian, Alhamdulillah dia sudah berhijab,” tukasnya.
Oke, sambung Mega, merupakan leader di NAM Squad. Sedangkan Grislend, kata Mega, tak terlalu banyak kenangan bersamanya.
“Nggak lama dia join, saya resign,” kata Mega.
Mega melanjutkan, kali terakhir ia berkomunikasi dengan Yuni lima hari lalu.
“Kalau sama Mba Isti dan Mba Oke sudah lama (tidak komunikasi). Mereka kan terbang-terbang terus, dan saya juga sibuk,” sebutnya.
Mega juga menyesalkan tidak banyak foto-foto kebersamaan mereka yang tersimpan di handphone (Hp)-nya.
“Nggak tersimpan, karena ini Hp baru.
Sebagian foto tidak tersimpan,” ujarnya.
Mega juga mengaku bergabung dengan Nam Air di tahun 2015. Unyun dan Isti merupakan seniornya. Sedangkan Oke dan Grislend juniornya.
“Tahun 2018 akhir saya resign. Tapi karena dulunya sering terbang bareng, sesekali kami berkabar,” sebutnya.
Mega mengatakan, sebelumnya ia berdomisili di Jakarta. Namun sejak Oktober 2020 ia ikut suami pindah ke Aceh.
“Makanya saya sedih nggak bisa mendatangi keluarga mereka,” keluhnya.
Mega mengaku masih belum percaya atas musibah yang menimpa rekan-rekannya.
“Saya lemas dan shock! Saya telepon
teman saya anak Flops, ternyata beritanya benar,” kata Mega, yang mengaku saat bangun tidur melihat berita musibah Sriwijaya Air di media sosial.
Ditambahkan Mega, seharusnya rekan-rekannya bertugas hari ini, Minggu (10/1/2021) dalam penerbangan NAM Air dari Pontianak menuju Solo dan Palembang.
Mega juga menerangkan, di penerbangan Sriwijaya Air, rekan-rekannya merupakan penumpang biasa dan duduk di kursi penumpang. Meskipun mereka merupakan kru, namun dalam penerbangan saat itu mereka tidak bertugas.


Discussion about this post