Martin Manurung, SE, MA, putra Sumatera Utara yang menamatkanpendidikan S2 lewat program Beasiswa pemerintah Inggris ikut membahas ekspor komoditi sawit dengan Duapuluh Duta Besar Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa pada Kamis (20/12) di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta Pusat.
Kepada Newscorner.id Martin Manurung menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut mereka membahas sejumlah hal penting, termasuk komoditi sawit asal Indonesia yang akhir akhir ini ramai dibahas.
“Pagi ini kami menerima kunjungan 27 Duta Besar dan perwakilan negara sahabat yang tergabung dalam Uni Eropa. Berbagai masalah politik dan ekonomi didiskusikan, termasuk bagaimana UE bisa lebih memberikan kemudahan pada produk komoditi Indonesia, utamanya Kelapa Sawit,”ujar Martin Manurung.

Ia pun menambahkan “Indonesia akan lebih memastikan standard produk juga terkait standard lingkungan hidup, tentu dengan komitmen UE akan lebih mempermudah masuknya ekspor komoditi Indonesia,” tambah Martin Manurung.
Mereka berdiskusi tentang kondisi Indonesia terkini, baik menyangkut bidang politik maupun ekonomi.
Dalam pertemuan tersebut, seperti dirilis Rmol.com, Surya Paloh mengatakan, dari banyak pembicaraan, pertemuan menyepakati kesimpulan kalau Indonesia dan Uni Eropa harus terus mengeratkan hubungan.
“Betapa pentingnya menguatkan hubungan antara Indonesia dengan negara-negara Eropa yang bergabung dalam Uni Eropa, saya berbesar hati,” ungkap Surya usai pertemuan.
Pertemuan juga membahas soal Pemilu serentak 2019 yang sebentar lagi berlangsung. Para delegasi Uni Eropa, kata Surya, menanyakan soal sikap Nasdem yang mengusung petahana Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin.

Dia menjelaskan mengapa petahana harus kembali terpilih. Menurutnya, Jokowi bisa memberikan harapan untuk stabilitas Indonesia. Selain itu, Indonesia harus juga terus bisa menjaga harmoni di tengah keragaman yang dimiliki.
“Saya katakan, mudah-mudahan (Jokowi) terpilih kembali,” ucap Surya Paloh.
Sementara itu, Delegation of the European Union Vincent Guerend mengaku telah mendapatkan penjelasan yang utuh dari Partai Nasdem. Bagi Vincent dan delegasi lainnya, diskusi dengan Surya dan pengurus lainnya cukup menarik.
“Kami mendapat penjelasan (Nasdem) soal posisinya dalam pemilihan umum,” kata Vincent.
Vincent juga mengaku banyak berdiskusi soal ekonomi. Utamanya, terkait ekspor produk-produk Indonesia ke Uni Eropa.
“Kita diskusi tentang pemerintahan, ekonomi, dan NKRI,” ujarnya.
Vincent menyatakan diskusi ini penting bagi Uni Eropa. Sebab, Indonesia, yang merupakan negara dengan sistem demokrasi yang besar, merupakan mitra penting bagi negara-negara Eropa.
“Indonesia memiliki penduduk yang besar, mayoritas muslim terbesar. Dan juga rekan yang penting di Asia untuk mendukung keamanan,” ungkap Vincent.
Dari 20 delegasi Uni Eropa yang hadir, sebanyak 12 di antaranya merupakan duta besar. Delapan lainnya merupakan perwakilan kedutaan besar negara anggota Uni Eropa(red)


Discussion about this post