Mayat perempuan tanpa identitas yang diperkirakan berusia 15 Tahun ditemukan mengapung di Sungai Bah Bolon, Kamis (6/7) siang. Tepatnya di aliran sungai Bah Bolon, Huta Mariah, Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja, Kabupaten Simalungun.
Mayat perempuan itu kemudian dievakuasi Polsek Tanah Jawa Resor Simalungun sekitar pukul 13.30 WIB. Diketahui, mayat perempuan itu pertama kali ditemukan oleh dua orang pelajar, Adit dan Fauzi.
Informasi tentang adanya temuan mayat itu pun sampai ke Polsek Tanah Jawa. Kemudian personil kepolisian datang ke TKP dan menemukan korban dalam keadaan terapung dan sudah mengeluarkan bau busuk. Dalam tangan korban ditemukan sebuah baju dalam (BH) warna ungu.
Kepolisian Polsek Tanah Jawa bersama Dinas BNPB Kabupaten Simalungun kemudian melakukan evakuasi mayat tersebut sekitar pukul 16.30 WIB.
Mayat yang dibungkus menggunakan kantong jenazah dan dibawa ke RS. Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim, Medan, guna dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian.
Hasil olah TKP mengindikasikan bahwa mayat tersebut diperkirakan sudah terendam dalam air selama kurang lebih 72 jam. Pemeriksaan awal oleh pihak Puskesmas Jawa Maraja Bah Jambi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban.
Personil yang terlibat dalam evakuasi meliputi Kapolsek Tanah Jawa Kompol M. Nainggolan, AKP. R. Siahaan, Aiptu M.H. Sinaga, Aiptu J. Manihuruk, Aiptu R.A.F. Sihombing, Aiptu . Sihombing, dan Brigadir Bayu S.
Dalam keterangannya, Kapolsek Tanah Jawa, Kompol M. Nainggolan mengatakan, peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada dan berhati-hati. Terutama bagi orang tua, agar senantiasa memantau dan melindungi anak-anak mereka.”
Kompol M. Nainggolan juga meminta kepada masyarakat setempat agar dapat membantu polisi dalam mengungkap misteri mayat perempuan tersebut.
“Kami sangat mengharapkan kerjasama dari masyarakat, apabila ada yang mengetahui informasi terkait identitas korban, mohon bisa disampaikan kepada pihak berwajib,” ujar Kompol M. Nainggolan.
Kapolsek juga mengingatkan kepada warga untuk tidak menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya atau berita bohong (hoax). “Menyebar informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Mari kita dukung proses hukum ini dengan tenang dan penuh rasa tanggung jawab,” imbuh Kompol M. Nainggolan.
“Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan proses identifikasi terhadap korban. Kami berharap masyarakat berikan doa dan dukungan moral terhadap keluarga korban,” tambah kapolsek.
Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada informasi terbaru terkait identitas mayat perempuan tersebut. Proses investigasi terus berlangsung. Pihak Kepolisian Resor Simalungun menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan berikan ruang kepada polisi untuk melakukan proses hukum.(***)


Discussion about this post