Operasi Patuh Toba Tahun 2020 sudah berakhir, Rabu (5/8/2020), termasuk di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Hasilnya, petugas lebih banyak menemukan warga yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dibandingkan pelanggar peraturan lalu-lintas. Terhitung, ada 1.500 warga yang tak mengenakan masker saat berada di luar rumah.
Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu W Baringbing kepada wartawan menjelaskan, selama Operasi Patuh Toba Tahun 2020, pihaknya telah membagikan masker kepada masyarakat pengguna kendaraan di jalan raya.
“Sebanyak 1.500 buah masker kita bagikan. Itu kan sudah sangat luar biasa. Sudah enam bulan aturan protokol kesehatan berlangsung akibat pandemi Covid-19, tetapi masih kita temukan warga, bahkan sampai 1.500 pengemudi kendaraan yang tidak mengenakan masker. Inilah fakta di lapangan yang kita temukan,” terangnya.
Sedangkan jumlah pelanggar peraturan lalu-lintas, katanya, selama 14 hari Operasi Patuh Toba 2020, yakni 23 Juli-5 Agustus, yang ditilang 50 orang. Sementara mendapat teguran 230 orang, dan lakalantas tidak ada.
Diterangkan Baringbing, Operasi Patuh Toba tahun ini berbeda konsep dengan operasi yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
“Akibat pandemi Covid-19, kita juga berperan mengimbau pengendara agar selalu mengikuti protokol kesehatan. Kita juga siapkan masker saat operasi di jalanan, untuk diberikan kepada pengendara maupun penumpang yang tidak mengenakan masker. Jadi bukan ditindak ya. Hanya kita imbau dan kita berikan masker untuk mengingatkan,” tukasnya.
“Mari peduli dengan diri kita, peduli dengan keluarga kita, juga dengan teman kita. Dengan setia mengikuti aturan, kita sudah ikut berpartisipasi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ajaknya. (Friska P)


Discussion about this post