PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dalam mendukung upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika, khususnya melalui kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu jalur strategis transportasi laut.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan fasilitas pelabuhan untuk kegiatan penegakan hukum, termasuk penyandaran kapal barang bukti MT Global 168 di Pelabuhan Belawan serta pelaksanaan konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan 1,16 ton ketamin di perairan Selat Malaka.
Konferensi pers yang berlangsung di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, Jumat (23/10), dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. Pengungkapan kasus berskala besar tersebut merupakan hasil kerja sama lintas lembaga yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Sumatera Utara.
Dukungan Pelindo dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pengelola pelabuhan dan aparat penegak hukum. Selain menyediakan fasilitas pendukung, sinergi antarlembaga juga dinilai penting untuk meningkatkan pengawasan serta mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika yang memanfaatkan jalur laut.
Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Hanny Uktolseya, menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan penegakan hukum merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pelabuhan.
Menurut Hanny, kesiapan fasilitas pelabuhan dan komunikasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan aparat penegak hukum.
“Penyiapan fasilitas pelabuhan dan penguatan komunikasi antarlembaga merupakan komitmen nyata Pelindo dalam mendukung penegakan hukum secara menyeluruh,” tegas Hanny.
Ia menambahkan, kerja sama yang terjalin antara Pelindo dan aparat penegak hukum diharapkan dapat terus diperkuat guna mendukung terciptanya lingkungan pelabuhan yang aman, tertib, dan kondusif.
Sebagai salah satu simpul transportasi laut yang strategis di Sumatera Utara, Pelabuhan Belawan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas barang dan penumpang. Karena itu, koordinasi antara pengelola pelabuhan dan instansi terkait diperlukan untuk memastikan aktivitas kepelabuhanan berjalan dengan baik sekaligus mendukung langkah-langkah pengawasan dan penegakan hukum.
Perkuat Kolaborasi Strategis
Selain mendukung pelaksanaan konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan narkotika, Pelindo Regional 1 juga memanfaatkan rangkaian kunjungan Kapolri untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di Sumatera Utara.
Di sela kegiatan penyambutan Kapolri di Markas Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) I Belawan, Hanny Uktolseya berdiskusi langsung dengan sejumlah pejabat daerah dan unsur pimpinan instansi terkait.
Pertemuan tersebut melibatkan Gubernur Sumatera Utara, Dankodaeral I, Pangdam I/Bukit Barisan, Wali Kota Medan, serta Wakil Ketua DPRD Kota Medan.
Diskusi itu menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih erat sekaligus memperkuat kolaborasi strategis dalam mendukung keamanan, kelancaran operasional pelabuhan, dan pembangunan daerah.
Hanny menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan elemen penting dalam menjalankan fungsi Pelindo sebagai pengelola layanan kepelabuhanan.
Menurutnya, tantangan di kawasan pelabuhan membutuhkan koordinasi yang berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga penegak hukum.
Melalui koordinasi tersebut, berbagai upaya dapat dilakukan secara terpadu, baik dalam mendukung kelancaran pelayanan kepelabuhanan maupun membantu pelaksanaan tugas instansi yang berwenang.
Pelindo Regional 1 pun berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum, dalam mendukung terciptanya kawasan pelabuhan yang aman dan kondusif.
Dukungan terhadap pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin di perairan Selat Malaka diharapkan menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi lintas lembaga dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika.
Dengan sinergi yang semakin kuat, Pelindo Regional 1 berharap aktivitas kepelabuhanan dapat berlangsung secara aman dan tertib, sekaligus mendukung upaya bersama dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia dari penyalahgunaan jalur transportasi laut untuk kegiatan ilegal.



