Tim Lomba Solu yang berasal dari Kecamatan Ajibata, merasa kecewa dengan ditutupnya pendaftaran Festival Lomba Solu yang digelar hari ini di (22/8) di Pantai Pasir Putih, Desa Lumbangaol, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa ).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Dayung Ajibata, Onro Manurung di Ajibata, setelah mendapatkan kabar dari salah satu wasit pertandingan yang juga mengaku kaget dengan informasi dari Panitia.
Onro menyampaikan sebelumnya pihaknya mendapatkan undangan dari rekannya Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Toba Samosir (22/8) yang juga ketua pengurus Cabang Flores Manurung, undangan tersebut pun diresponinya dengan mempersiapkan pendayung sebanyak 10 orang.
“Padahal tim nya sudah mempersiapkan 10 orang pendayung, 4 putri dan 6 Putra, namun tiba tiba kami dapat kabar tim kami tidak bisa ikut lagi, ada apa dengan semua ini, apakah tujuaannya mengurangi anggaran atau takut bersaing?” Ujarnya.
Ketua Koni, A. Simanjuntak yang dihubungi Newscorner tidak memberikan respon terkait penyebab gagalnya tim Kecamatan Ajibata bertanding pada event yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Tobasa dan Provinsi ini.(JETRO)




Discussion about this post