Warga Huta IV Simpang Kampung Kelapa, Nagori Serdang Bolon, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, digemparkan dengan penemuan seorang perempuan berusia 68 tahun yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (5/10/2026).
Korban berinisial RS, seorang ibu rumah tangga. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 09.30 WIB setelah sejumlah warga mendatangi rumah korban.
Tiga warga yang datang mencoba memanggil korban dari luar rumah. Namun, tidak ada jawaban. Pintu rumah dalam kondisi tertutup, sementara dari dalam terdengar suara mesin air masih menyala.
Merasa curiga, para saksi kemudian membuka paksa pintu rumah. Mereka sontak mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Pangulu Serdang Bolon yang meneruskannya ke Polsek Bosar Maligas. Laporan selanjutnya diterima SPKT Polsek Bosar Maligas dan dicatat sebagai Laporan Gangguan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Bosar Maligas bergerak ke lokasi dipimpin Kanit Reskrim Ipda Bilson Hutauruk, S.H., bersama Aiptu Januari Pangaribuan, Brigadir Alexander Sijabat dan Bripda Pison Saragih.
Sekitar pukul 15.05 WIB, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Simalungun yang terdiri dari Aipda Owen Saragih dan Aipda Sujid Saputra tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas kemudian mendokumentasikan kondisi rumah korban secara menyeluruh, mulai dari bagian depan rumah, pintu yang sebelumnya dibuka paksa, ruang tamu hingga kamar korban.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, kondisi ruangan terlihat tenang. Seluruh temuan kemudian didokumentasikan dan dicatat sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk menjalani pemeriksaan luar atau visum yang dilakukan dr. Joko Arianto, Sp.FM.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban selain jejas pada bagian leher. Dari hasil pemeriksaan tersebut, korban diduga kuat meninggal dunia akibat bunuh diri.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti latar belakang dan motif di balik peristiwa tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Bosar Maligas Ipda Bilson Hutauruk mengatakan proses penanganan berjalan lancar berkat koordinasi antara personel Polsek Bosar Maligas dan Tim Identifikasi Polres Simalungun.
“Kerja sama antara Unit Reskrim Polsek dan Identifikasi Polres Simalungun sangat membantu. Dengan penanganan yang cepat dan prosedural, TKP dapat diolah dengan baik,” ujar Bilson.
Menurutnya, setiap peristiwa kematian yang tidak wajar harus ditangani secara profesional. Mulai dari pengamanan TKP, pemeriksaan kondisi korban, pengumpulan keterangan saksi hingga pemeriksaan medis harus dilakukan untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
“Kami ingin memastikan semua tahapan dilakukan sesuai prosedur, sehingga keluarga dan masyarakat mendapat kejelasan atas peristiwa ini,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat segera menghubungi pihak kepolisian apabila menemukan peristiwa serupa atau kondisi yang membutuhkan penanganan aparat.
“Kehadiran polisi akan terus kami upayakan di tengah masyarakat, terutama saat warga membutuhkan bantuan,” ungkap Bilson.
Seluruh rangkaian penanganan berlangsung aman dan kondusif. Polsek Bosar Maligas bersama Polres Simalungun memastikan proses penyelidikan tetap dilakukan sesuai prosedur untuk memberikan kejelasan kepada keluarga dan masyarakat.

