Warga Desa Pansurbatu, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara pertanyakan kualitas pengaspalan jalan Sitakkubak yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2017 dengan serapan dana Rp. 559.000.000.
Pasalnya, bangunan jalan Lapen (Lapisan Penetrasi) sepanjang 1280 meter tersebut masih berusia sepuluh bulan sudah hancur-hancuran.
Warga setempat yang diwawancara Newscorner.id di lokasi menyebut, diduga saat pelaksanaan pekerjaan jalan sarat permainan pemakaian material diluar ketentuan RAB.
“Buktinya jarang dilalui kendaraan bermuatan berat, fisik jalan langsung hancur-hancuran. Nampak nyata pemakaian siraman aspal sangat minim,” ungkap warga bermarga Hutapea, Jumat (8/10).
Selain pemakaian material aspal yang di irit, sebut warga bahwa pemakaian material batu pecah seperti agregat kasar berbagai ukuran diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis.
“Saat pekerjaan pemakaian batu pecah stone cruisher bercampur tanah dan kotor, sepengetahuan saya hal demikian tidak bisa dipakai pada pengaspalan jalan,” ungkapnya.
Warga meminta aparat terkait lakukan pemeriksaan kualitas bangunan yang diduga sarat penyelewengan spesifikasi teknis hingga minimnya kualitas bangunan tersebut.
“Untuk menghindari praktek pelaksanaan sarat permainan kotor pada anggaran tahun ini, kami warga minta Aparat Penegak Hukum lakukan pemeriksaan fisik,” harap Hutapea.
Sebelumnya Kepala Desa Pansurbatu, Beljek Hutapea, ketika dikonfirmasi terkait laporan warga mengatakan, bahwa kerusakan bukan karena mutu material seperti dugaan warga.
“Kerusakan akibat lalu lalang mobilisasi material pihak supllier pada bangunan dana desa tahun ini, juga kerusakan akan diperbaiki pihak suplier tahun ini,” kata Beljek Hutapea menjawab Newscorner.id saat dihubungi lewat telepon seluler.
Pantauan Newscorner.id di lokasi, Jumat (12/10), didapati kerusakan fatal fisik jalan lapen di sejumlah titik. Bibir sirapan aspal yang terkelupas terbuka hingga kedalaman 2 cm dan nampak fisik pemakaian agregat bercampur tanah liat seperti ungkapan warga.
Sementara Camat Adiankoting, Erwan Hutagalung SSTP, ketika diminta tanggapan berjanji dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan lokasi mengakomodir laporan warga Desa Pansurbatu.
“Penggunaan dana desa tahun 2017 masih dalam pengawasan, kami pastikan dulu sesuai fakta lapangan apakah penggunaan dana desa tahun ini masih bisa dimanfaatkan untuk perbaikan kerusakan itu,” terang Erwan Hutagalung lewat telepon seluler kepada Newscorner.id Jumat (12/10).(Jumpa P Manullang)




Discussion about this post