Momen penuh haru dan nostalgia mewarnai kehadiran Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, MKn didampingi Ketua TP PKK Ny. Liswati Wesly Silalahi dalam Reuni Akbar Alumni Lintas Angkatan SMP Cinta Rakyat 1 Kota Pematangsiantar, di Jalan Sibolga, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, Sabtu (18/07/2026).
Bagi Wesly, reuni tersebut bukan sekadar menghadiri sebuah undangan resmi, melainkan menjadi perjalanan pulang ke sekolah yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidupnya hingga dipercaya memimpin Kota Pematangsiantar.
Di hadapan ratusan alumni, guru, dan tamu undangan, Wesly mengenang masa-masa saat menempuh pendidikan sebagai Alumni Angkatan 1973. Ia bahkan masih mengingat letak ruang kelas, kantin sekolah, hingga nama-nama guru yang pernah mendidiknya.
“Saya alumni 1973, jadi sudah 53 tahun yang lalu. Di masa kami, sekolah ini belum semegah saat ini,” ujar Wesly disambut tepuk tangan para alumni.
Suasana semakin hangat ketika Wesly menceritakan kenangan unik semasa sekolah, yakni mengumpulkan amplop atau perangko untuk ditukarkan dengan cokelat kepada kepala sekolah.
“Kalau mau makan cokelat, harus rajin mengumpulkan amplop atau perangko, karena waktu itu belum ada uang untuk membeli cokelat,” kenangnya yang mengundang gelak tawa para peserta reuni.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Wesly menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya reuni akbar yang dinilai menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian alumni terhadap almamater.
Menurutnya, kehadiran di SMP Cinta Rakyat 1 memberikan perasaan yang berbeda karena ia datang bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar sekolah tersebut.
“Hari ini saya bukan sekadar tamu undangan, melainkan pulang ke rumah sendiri,” ucapnya penuh haru.
Wesly mengatakan, keberhasilan para alumni di berbagai bidang membuktikan bahwa ruang-ruang kelas SMP Cinta Rakyat 1 telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi bagi masyarakat.
“Dulu kita datang ke sekolah membawa tas dan buku. Sekarang kita datang membawa pengalaman hidup. Ada yang menjadi pengusaha, dokter, guru, pegawai, tokoh masyarakat, bahkan ada yang dipercaya menjadi wali kota. Namun semuanya berawal dari sekolah ini,” katanya.
Ia berharap reuni tidak berhenti sebagai ajang mengenang masa lalu, tetapi menjadi awal memperkuat solidaritas alumni untuk mendukung kemajuan almamater.
“Kita saling mendukung, saling menguatkan, dan bersama-sama memberikan perhatian kepada almamater tercinta. Saya percaya sekolah akan semakin maju apabila hubungan antara sekolah dan alumninya terus terjalin erat,” tegasnya.
Wesly juga menyampaikan penghormatan kepada para guru yang telah mengabdikan diri mendidik para siswa dengan penuh kesabaran.
“Mungkin dahulu kami belum memahami setiap nasihat yang diberikan, tetapi sekarang kami menyadari semuanya dilakukan demi masa depan kami,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala SMP Cinta Rakyat 1 Pematangsiantar, Suster Theresia KYM, mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga rasa memiliki terhadap almamater melalui kolaborasi dan dukungan nyata, termasuk dari Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Rangkaian reuni berlangsung meriah dengan penyerahan cenderamata dari Wali Kota Wesly bersama panitia kepada pihak sekolah, pemberian selendang kehormatan kepada Wali Kota dan Ketua TP PKK Ny. Liswati Wesly Silalahi, serta penampilan tarian dari para siswa SMP Cinta Rakyat 1 yang semakin menambah semarak suasana penuh keakraban dan kebersamaan.



