Saat itu juga oleh Kepala Desa menelepon Personil Polsek Parongil dan melaporkan kejadian tersebut. Sekitar pukul 17.30 WIB Kapolsek Parongil AKP Sayuti Malik beserta anggota AIPTU H. Siburian, BRIPKA Pahala Sinaga, BRIPKA Maruli Purba , BRIPKA J Naibaho, BRIGADIR Rri Sandi tiba di TKP.

Setibanya di lokasi, mereka melihat tersangka berada di depan rumahnya. Dengan posisi saat itu tersangka masih memegang parang panjang dan sebilah belati, kemudian oleh Kapolsek memintanya untuk menyerahkan diri.
Namun tidak diindahkan oleh Pirhot, melihat situasi dan kondisi tersebut, Kapolsek memberikan tembakan peringatan ke atas sebanyak satu kali dan tersangka melemparkan pisau panjang
Pirhot mendekat ke arah polisi dan Kapolsek mundur lalu terjatuh. Saat itu juga tersangka memanfaatkan waktu untuk menikam Kapolsek pada bagian dada sebelah kiri dan tangan kiri dengan pisau belati yang masih dipegangnya.
Melihat Kapolsek ditikam dan sudah berlumuran darah Polisi menembak kaki Pirhot, secara spontan masyarakat melakukan perlawanan terhadap tersangka dan melumpuhkannya.
Setelah tersangka dilumpuhkan, Polisi mengamankan TKP dan menemukan tubuh Rimson Sitorus tergeletak di depan rumahnya tanpa kepala. Selanjutnya, kepalanya yang terpisah dari badan ditemukan di samping rumah tersangka yang berjarak 40 meter dari posisi tubuh korban.
Dari TKP, polisi selanjutnya mengamankan tersangka dari amukan massa dan membawa korban dan tersangka ke RSUD Sidikalang.
Kapolres Dairi, AKBP Erwin Wijaya Siahaan yang dikonfirmasi Newscorner.id membenarkan adanya peristiwa tersebut dan kasus ini dalam penanganan kepolisian.(Vay)


Discussion about this post