Mereka mendapati kondisi korbanterluka di bagian kepala, perut dan kaki sebelah kiri sudah patah.
Namun korban masih bisa masih bisa berbicara, dan menyampaikan ianya adalah anak pak yetno, warga Biliran Kabupaten Simalungun dan baru saja ditabrak.
.Namun sayangnya bukan menolong korban, ketiganya malah berangkat ke Baliran mencari rumah orangtua korban.
Sedangkan korban ditinggalkan di TKP dengan kondisi sekarat.
Berhasil menemukan rumah orangtua korban, bersama Yetno, ayah korban, mereka bergegas keTKP.
Dari sana mereka membawa Rio ke Rumah sakit Tentara dengan menumpang mobil angkot Sinar Siantar.
Atas saran dokter di RS Tentara, dari sana Rio dibawa ke RS Vita Insani, namun sayang sesampainya di RS Vita Insani korban meninggal dunia.
Atas kejadian yang menimpa Rio Agustin tersebut, kata Kapolres sekitar pukul 10.35 WIB seluruh jajaran piket fungsi Polres Pematangsiantar melakukan cek TKP dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Sinambela dan piket Identifikasi serta piket laka dan didampingi oleh Kapolsek Siantar Marihat, Kanit Intel dan Anggota Polsek Siantar Marihat telah melakukan olah TKP di tempat kejadian.
Selanjutnya sekitar pukul 11.30 WIB seluruh piket fungsi, dipimpin oleh Kasat Reskrim dan Kapolsek Siantar Marihat berangkat ke rumah korban untuk mengidetifikasi korban secara kasat mata, identifikasi luar di RSU Djasamen Saragih untuk proses penyelidikan.
Hingga berita ini ditiulis terkait sepedamotor yang dikendarai korban belum diketahui keberadaannya, sementara menurut kapolres proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Pematangsiantar.(Vay)




Discussion about this post