Sempat mendapatkan pertolongan medis di RSU Kotapinang, Singkat Sihotang (51) warga Jalan Perjuangan, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan itu tak terselamatkan. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 30 Desember 2020.
Singkat Sihotang menjadi korban penganiayaan secara bersama-sama atau pengeroyokan pada Minggu malam 27 Desember 2020 lalu sekitar pukul 23.00 WIB di rumah kontrakannya, Jalan Perjuangan, Kelurahan Kotapinang.
Informasi dihimpun, malam saat kejadian rumah kontrakan korban digedor lalu didobrak oleh sejumlah pelaku. Selanjutnya Singkat sihotang dihajar bertubi-tubi hingga terkulai tak berdaya. Para pelaku kemudian meletakkannya di atas tempat tidur lalu pergi meninggalkan korban yang sekarat
Setelah para pelaku pergi, dengan segala upaya dan daya yang dimilikinya, Singkat sihotang pun keluar dari rumah kontrakannya dan pergi ke rumah istrinya. Sesampainya di sana Senin (28/12/2020) dini hari, korban pun menceritakan penganiayaan yang dialaminya.
Oleh keluarga, korban lalu dibawa ke Polsekta Kotapinang untuk meminta perlindungan dan membuat laporan pengaduan.
Pada dini hari itu, anak korban Petrus Sihotang pun membuat laporan di SPKT Polsekta Kotapinang dengan LP/ 219/Res1.6 /XII/2020/SPKT/SU/LBS/ SEKTA KOTA PINANG dan diterima oleh Aiptu Ali Muqni.
Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit dan divisum serta diberi perawatan medis. Namun ia hanya bertahan tiga hari, Tanggal 30 Desember, Singkat menghembuskan nafas terakhirnya. Singkat Sihotang lalu dibawa pulang dan dikebumikan.
Paska korban dimakamkan, keluarga yang ditinggalkan pun terus berupaya mencari keadilan atas kematian singkat Sihotang, baik melalui kerabat maupun media sosial. Berdasarkan keterangan anak perempuan korban, yang ia ketahui sebelum kejadian penganiayaan pada antara bapaknya dengan terduga pelaku ada selisih masalah kerjaan di pasar.
Anak sulung korban, Petrus Sihotang pun menuliskan apa yang disampaikan bapaknya saat masih hidup atas peristiwa itu.
“Org tua kami singkat sihotang,james sumbayak,jackman gultom dan pak nova siburian tetanggaan..
Awal mula kejadian dari penjelasan orgtua kami.. org tua kami dan pelaku James sumbayak sama2 kerja bongkar muat ikan nila dipajak kotapinang.. mungkin karna trip orgtua kami lbh banyak makanya mereka merasa iri atau gmna .. sehingga setiap orgtua kami mau pergi kerja, becak dan angkong orgtua kami sering dirusak.. karna terlalu sering dirusak.. orgtua kami marah… ” setan la yg merusakkan becak,angkong dan mengotori halamanku(bahasa batak)”
Sehingga kejadian seperti itu berulang2.. ntah knpa tanggal 27 jam 11 malam.. malam yg menyakitkan untuk org tua kami… si jackman gultom menggedor2 pintu rumah orgtua kami bersama dengan james sumbayak, radja romadoni (anak james sumbayak) dan pak nova siburian.. sehingga bapak saya mmbukakan pintu( dalam pikiran bapak saya tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu) lalu org tua kami berselisih paham dengan mereka..
ntah knpa tiba2 si james saragih menumbuk kiri kanan rahang orgtua kami(ada saksi yg melihat & sudah dijelaskan saksi kepolsek kotapinang) kemudian mereka semua ikut2an memukul menunjang perut serta memijak perut orgtua kami sampai sekarat. Setelah orgtua kami sekarat lalu diseret si jackman gultom org tua kami kekasurnya.. lalu si jackman berkata ” tidurlah kau disini(bahasa batak). Mereka pergi meninggalkan orgtua kami dikotrakkannya..
mungkin mereka kira org tua kami sudah sekarat tp dengan muzizat tuhan.. orangtua kami datang kerumah kami untuk mengadu.. (jam 00.30 tanggal 28 )sesampai dirumah .. orgtua kami berkata ” tolong kamu dlu aku.. sudah dikeroyok orang aku( bahasa batak). Lalu saya melihat dari jendela.. ternyata benar, kalo wajah bapak saya lebam2 mengeluarkan darah serta muntah2 darah,” tulisnya pada 3 Januari 2021.
Informasi terakhir dirilis Polsekta Kota Pinang, Dua pelaku yakni JS dan BS sudah diamankan, sementar itu polisi masih mencari pelaku lainnya.
“Unit reskrim Polsekta Kota Pinang mengamankan 2 orang laki- laki JS dan BS pelaku penganiayaan secara bersama sama yang mengakibatkan korban Singkat Sihotang meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSU Kota Pinang sementara 1 orang An. RS masih dalam pencarian,” rilis Polsekta Kotapinang.


Discussion about this post