Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Pematangsiantar, Edhi Rahmanto Hidayat menyampaikan bahwa tiga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaaan mereka telah Go Digital. Hal ini disampaikan saat gelar konfrensi pers yang diadakan Selasa (23/7) di lantai III, Bank Indonesia Pematangsiantar.
Ketiga UMKM tersebut yakni, Kopi Sabas dari Simalungun, Tenun Ulos LPK Anugerah dari Pematangsiantar dan Kerajinan Tenun Songket dari Batubara. KPw Bank Indonesia Pematangsiantar membawahi 8 Kabupaten/Kota.
Bahkan Saat ini kata Edhi Rahmanto Hidayat Kopi Saabas dari Simalungun itu telah digunakan di Starbucks, perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat.
Saat ini Bank Indonesia Pematangsiantar tengah melakukan proses maping terhadap UMKM yang ada di wilayah kerjanya. Lalu dimasukkan dan diikutkan dalam program UMKM Go Digital. Hal ini dilakukan sebagai bentuk peran BI mendorong UMKM untuk go digital.
Bank Indonesia (BI) mendorong para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya di platform online(go digital). Hal ini diupayakan agar UMKM dalam negeri dapat bersaing dengan kompetitor asing.
Untuk itu,BI menggandeng penyedia platform digital (e-commerce) dalam mendukung kesiapan UMKM binaan dan Mitra BI memasarkan produk secara online untuk memperluas pasar UMKM.
Pada Kesempatan itu Edhi Rahmanto Hidayat yang didampingi Deputi Kpw Bank Indonesia Pematangsiantar mengatakan BI menginisiasi program persiapan pemasaran online UMKM BI (On Boarding) dan memfasilitasi penyediaan platform, serta pelatihan pemasaran berbasis digital oleh penyedia platform digital.
UMKM On Boarding adalah proses penyesuaian pelaku UMKM untuk masuk sebagai penjual di pasar online dan menyesuaikan diri dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan marketplace tempat UMKM tersebut berbisnis.
Melalui teknologi digital, UMKM diharapkan mampu memperluas akses pemasarannya, bahkan hingga ke mancanegara.
Untuk menjadi UMKM binaan BI yang dapat go digital harus melalui dua tahap. Pertama, memenuhi kriteria sebagai UMKM Potensial dan UMKM Sukses.
Selanjutnya, untuk menjadi UMKM Sukses Digital, ada enam kriteria, yaitu:
1. Terkoneksi dengan platform e-commerce
2. Terbiasa melakukan transaksi non tunai
3. Produk berkualitas tinggi dan sudah mulai bertransaksi di e-commerce
4. Telah menggunakan media sosial sebagai sebagai sarana marketing dan promosi
5. Penjualan telah menggunakan transaksi pembayaran digital
6. Memiliki rekam jejak penjualan yang baik, sehingga potensial untuk diberikan pembiayaan


Discussion about this post