Survei lanjutan rencana pemasangan digital stasioner accelograph oleh Tim BMKG Geofisika Deli Serdang, sebagai instrument yang digunakan untuk merekam guncangan tanah yang sangat kuat (gempabumi) dan upaya dampak kerentanan bangunan dilakukan pada Jumat (26/6) di Kabupaten Asahan dan Kota Pematangsiantar, tepatnya di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kepala Stasiun Geofisika Deli Serdang, Teguh Rahayu yang akrab disapa Ayu itu menjelaskan, kegiatan survei di Kabupaten Asahan dan Kota Pematangsiantar merupakan kegiatan awal dalam rencana pemasangan sensor Sumatera Utara. Survei ini juga merupakan tahapan lanjutan dari survei yang sebelumnya dilakukan di kantor BPBD Binjai. Rencana pemasangan di 5 lokasi, yaitu BPBD kota Binjai, BPBD Kota Pematangsiantar, BPBD Asahan, Kantor Bupati Karo dan kantor Bupati Tapanuli Selatan.
Peninjauan lokasi di Kantor BPBD Asahan, tim BMKG Geofisika Deli Serdang didampingi lansung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Asahan, Haidir Sinaga dan KaSubbid Rehabilitasi, Ahmad Rajali.
Sementara di tempat berbeda dengan hari yang sama, Jumat 26 Juni 2020, Tim BMKG Geofisika Deli Serdang, Albertus Tua Simanullang sebagai Kepala Seksi Observasi mewakili Kepala BMKG Deli Serdang juga melakukan survei lanjutan di Kota Pematangsiantar. Pelaksanaan survei lanjutan ini dilakukan di kantor BPBD Pematangsiantar, dan langsung di sambut oleh Sekretaris BPBD Siantar Eka Hendra, S.Sos dan Kepala Sub. Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Siantar, Anugerah T.B Zendrato.
Dari hasil survei hari ini, di Kabupaten Asahan dan Kota Pematangsiantar, beberapa hal penting yang perlu dipastikan adalah pemasangan dan penempatan peralatan accelograph dibagi dalam dua area, yaitu pemasangan luar gedung (outdoor) dan pemasangan dalam gedung (indoor). Jarak maksimal antara penempatan sangkar sensor accelograph dengan peralatan pendukung, maksimal 80 meter.
Kriteria lokasi penempatan sangkar accelograph diluar gedung (outdoor), harus memiliki point kriteria yang aman dari banjir, tidak ada rongga, di bawah sensor seperti pipa atau saluran serta hindari di atas basement. Tidak ditempatkan di dekat peralatan yang bergetar secara kontinu seperti pompa air, genset, kompresor mesin, dll. Di sekitar shelter akan dipasang grounding outdoor kriteria dengan box control.
Kriteria pemasangan penempatan peralatan pendukung accelograph dalam gedung, memiliki kriteria, tersedia listrik dalam ruangan yang terpilih, tersedianya stop kontak / colokan listrik diruangan terpilih, peralatan indoor akan dilengkapi mcb grounding.
Sebelumnya pada 22 Juni 2020 lalu, BMKG Geofisika Deli Serdang memasang Warning Receiver System (WRS) New Generation di Kantor BPBD Asahan.
Kegiatan pemasangan WRS New Generation tahap kedua, Jumat, 26 Juni 2020 dilakukan di kantor BPBD Kabupaten Asahan. Pemasangan WRS ini sebagai tindak lanjut dari rencana pemasangan 11 WRS New Gen di Sumatera Utara.


Discussion about this post