Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda Suara Rakyat
Tren Digital Menyengsarakan Rakyat. PNS Diganti Robot

Tren Digital Menyengsarakan Rakyat. PNS Diganti Robot

 Penulis : Ummu Aldy | IRT

Editor: NEWSCORNER.ID
11 Desember 2021 | 11:36 WIB
in Suara Rakyat
0
https://asset.barak.id/2026/09/VID-20260930-WA0005.mp4
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

 

PNS (Pegawai Negeri Sipil) adalah salah satu pekerjaan yang banyak diburu masyarakat. Sebab, PNS dinilai membuat hidup akan terjamin dengan gaji tetap tiap bulannya. Selain itu juga masa kerja yang lama, serta adanya uang pensiun yang akan diterima di kemudian hari, setelah habis masa kerja.

Namun, nampaknya impian untuk menjadi PNS saat ini harus dipikirkan kembali. Sebab, kedepannya pemerintah akan mengurangi jumlah PNS, dan akan menggantikannya dengan robot. Dilansir dari finance.detik.com (28/11/2021).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum Dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama menyampaikan bahwa PNS akan diganti dengan teknologi digital, yaitu robot kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Hal itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada publik. PNS pun akan dikurangi secara bertahap.

Masih dikutip dari finance.detik.com (28/11/2021), fakta pengurangan jumlah PNS pun ternyata sudah terjadi sejak tahun 2016 lalu. Dari data statistik, pada tahun 2015 jumlah PNS tercatat sebanyak 4.593.604 orang.

Tahun 2016 sebanyak 4.374.341 orang, dan menjadi 4.289.396 orang di tahun 2017. Lalu pada 2018 jumlah PNS kembali turun menjadi 4.185.503 orang.

Meskipun sempat naik tipis pada tahun 2019 menjadi 4.189.121 orang, nyatanya pada 2020 penurunan kembali terjadi, yaitu menjadi 4.168.118 orang. Sedangkan per Juni 2021 lalu, jumlah PNS aktif menjadi 4.081.824 orang.

Inilah bukti jika pemerintah tidak main-main dengan keinginannya untuk mengganti PNS dengan robot. Lantas, benarkah kebijakan tersebut digadang mampu memajukan negeri? Atau justru akan semakin menambah pengangguran?

Tren Digital ala Kapitalisme, Tidak Pedulikan Nasib Rakyat?

Teknologi digital memang sangat berkembang di negara-negara maju. Salah satunya adalah robot yang dibuat untuk menggantikan peran manusia. Begitupun di negara-negata berkembang seperti Indonesia, teknologi ini juga dilirik dan diharapkan bisa berperan lebih dari manusia.

Namun sayang, tren digital seperti robot ini hanya sebatas untuk meraih klaim-klaim modern dari pihak lain. Sehingga terkesan tak acuh dengan dampak buruk yang akan ditimbulkannya. Sebagaimana dengan rencana mengganti PNS dengan robot kelak, tentu akan memberikan dampak pada masyarakat.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa per 31 Agustus 2021, jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 9,1 juta orang. Mengalami penurunan 3,3 persen dibandingkan pada 31 Desember 2020.

Namun demikian, fakta menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pengangguran terbesar terjadi pada kelompok anak muda yang berusia 20-29 tahun. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ini adalah dari lulusan SMA dan Perguruan Tinggi (katadata.id, 31/8/2021).

 

Apalagi jika ditambah dengan kebijakan penggantian PNS oleh robot, meskipun tidak terjadi pada semua sektor, maka akan sangat mungkin semakin meningkatkan jumlah pengangguran di rentang usia muda tersebut.

Sebab, peluang dimana biasanya ada perekrutan jumlah PNS, untuk kedepannya tidak ada lagi. Tentu hal ini akan menyebabkan pengangguran bertambah.Bahkan, ini akan menimbulkan banyaknya tindakan kriminalisasi karna tuntutan ekomoni.

Maka” jika ingin merealisasikan rencana penggantian dengan robot, seharusnya sedini mungkin pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan dan menjamin kelayakan hidup masyarakat. Agar mereka tidak khawatir akan masa depannya dan justru mendukung kebijakan tersebut.

Sebab, tidak dipungkiri memang penggunaan robot pada hal-hal administratif akan membantu memudahkan manusia.

Namun dalam kapitalisme, kebijakan robot hanya sekedar mengikuti tren global dan menilai dari segi efektifitas serta efisien semata. Namun tidak diimbangi pemberian perhatian dan jaminan pekerjaan pada masyarakat. Sehingga masyarakat pun was-was memikirkan nasibnya.

Islam Manjamin Kehidupan Pekerja

Pemerintahan dalam sistem Islam akan menjalankan perannya sesuai syariat. Dimana kepentingan masyarakat dilandasi dengan kesederhanaan aturan, kecepatan pelayanan, dan profesionalitas orang yang mengurusinya.

Maka, negara dalam Islam juga akan menggunakan dan mengembangkan teknologi, tetapi juga menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai bagi rakyat yang wajib menafkahi keluarganya.

Bagi warga negara Islam yang memenuhi kualifikasi baik laki-laki maupun perempuan, muslim atau non muslim, diperbolehkan mwnjadi pegawai di departemen, jawatan, dan unit yang ada.

Dalam Islam, tidak ada istilah ASN, PNS atau honorer, tetapi perekrutan pegawai sesuai dengan kebutuhan riil negara. Mereka akan menjadi pegawai tetap dengan sistem ijarah (kontak kerja) dengan upah yang layak dan sesuai dengan jenis pekerjaannya.

Maka tidak akan ada lagi masyarakat yang berburu menjadi ASN atau PNS, sebab pekerjaan apapun sudah terjamin kelayakannya. Itulah kewajiban pemimpin dalam Islam yang paham akan tanggungjawabnya.

Sebab ia paham apa yang disampaikan Nabi shalallahu alaihi wassalam dalam sebuah hadits, “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari).

Wallahua’lam bishowab.

Discussion about this post

Berita Terbaru

NEWS

Putusan MA Telah Inkracht, Pemohon Minta PN Pematangsiantar Eksekusi Tiga Objek Sengketa

30 September 2026 | 17:18 WIB
NEWS

SOL Tak Sekadar Beri Bibit, Bangun Kapasitas Petani untuk Ekonomi Berkelanjutan

30 September 2026 | 16:20 WIB
NEWS

Polda Sumut Intensifkan Penindakan, 28 Kasus Curat dan 29 Tersangka Diungkap dalam 24 Jam

30 September 2026 | 09:22 WIB
Siantar

Polsek Siantar Utara Turun Langsung Kawal Distribusi BBM, Stok Aman dan Antrean Terkendali

30 September 2026 | 09:17 WIB
NEWS

Rilan Pohan Dilantik Jadi Kabag Kesra, Saut Sinaga Isi Posisi Camat Siantar Martoba

29 September 2026 | 18:36 WIB
MEDAN CORNER

Tertangkap Hendak Transaksi, Residivis Pengedar Sabu Dibekuk di Medan Kota

29 September 2026 | 12:42 WIB
NEWS

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

29 September 2026 | 09:35 WIB
NEWS

Patroli Dialogis Brimob Sumut, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jalur Lintas Sumatera

29 September 2026 | 09:13 WIB
NEWS

Sikat Pelaku Curat-Curas dalam 2 Pekan, Polda Sumut dan Jajaran Ungkap 441 Kasus, Tangkap 485

28 September 2026 | 19:38 WIB
NEWS

Pelindo Belawan Buka Ruang Belajar bagi Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan di Terminal Penumpang Bandar Deli

28 September 2026 | 17:38 WIB
NEWS

‎Perkuat Mekanisasi dan Percepat Pemulihan Pertanian, Pemkab Tapanuli Utara Salurkan 527 Unit Alsintan

28 September 2026 | 14:49 WIB
NEWS

Pelindo Regional 1 Belawan dan BRI Medan Perkuat Sinergi untuk Peningkatan Layanan

28 September 2026 | 11:44 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport