Sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar yang telah menjalani Rapid Test beberapa hari lalu, mendapatkan bantuan semabako dari Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar.
Bantuan yang disalurkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pematangsiantar pada Minggu (14/6) itu untuk membantu kebutuhan sehari-hari mereka.
Bantuan sembako telah diserahkan anggota sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pematangsiantar Agustina Sihombing MSi, dan diterima Camat Siantar Barat Arti S Sembiring SSTP MSi.
Jumlah bantuan yang disalurkan sebanyak 36 paket sembako, dengan rincian yaitu 36 karung beras yang masing-masing berisi 5 kilogram, 36 bungkus gula pasir @1 kilogram, minyak goreng 36 bungkus @1 kilogram, mie instan 18 kotak, dan garam 36 bungkus @250 gram. Selanjutnya pihak Kecamatan Siantar Barat yang akan menyalurkan bantuan tersebut kepada warga.
Juru Bicara GTPP Covid-19 Pematangsiantar, Daniel Siregar ketika dikonfirmasi atas bantuan tersebut menjelaskan sebelumnya gugus tugas menggelar rapid test di sana setelah tracking terhadap salah seorang pasien.
Setelah rapid test tersebut sejumlah warga di sana tidak diterima bekerja di tempat kerjanya. Mereka pun terpaksa harus diam di rumah menunggu dilakukaun rapid test berikutnya dan mereka akan dibekali surat keterangan dari instansi terkait sebagai pegangannya.
“Pemerintah Kota pematangsiantar bertanggungjawab terhadap dampak yang dialamai warga di sana setelah rapid test, maka diberikanlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Menunggu dilakukan rapid tes berikutnya dan ada surat keterangan yang akan mereka bawa saat hendak bekerja,” terang Daniel Siregar.
Sementara itu Camat Siantar Barat, Arri Sinulaki Sembiring kepada Newscorner.id menyampaikan hal itu sebagai bentuk perhatian dan pendampingan dari Pemko Pematangsiantar melalui Tim Gugus kepada masyarakat yang ikut Rapid Test sekaligus menyarankan agar tidak banyak kegiatan di luar. Selain itu kata Arri melalui Puskesmas dikeluarkan juga surat keterangan hasil Rapid Test sebagai jaminan agar mereka bisa kembali berkerja.
“Bagi yg Reaktif jg udah dilakukan pemeriksaan oleh puskesmas dan pemberian vitamin.Ini bagian cara kami agar mereka merasa nyaman,”sampainya.
Disampaikannya, ada ada 78 orang dari rencana 110 orang yang telah dirapid test dan akan ada lanjutan rapid test bagi yang belum ikut. Hasil rapid test sementara, dua orang reaktif dan akan dilanjutkan dengan swab test.


Discussion about this post