Aplikasi berbasis androit yang dibuat oleh Pemerintah Kota (Pemko) Siantar sepertinya tidak memiliki manfaat bagi masyarakat. Terbukti dengan tidak adanya tanggapan dari pihak terkait atas keluhan dari masyarakat Siantar.
Aplikasi yang dibuat sejak Tahun 2017 dengan biaya sebesar Rp 175 juta ini terkesan percuma. Buktiinya, aplikasi yang bisa diinstal melalui Play Store ini sama sekali tidak pernah mendapatkan jawaban dari pihak Pemko Siantar.
Salah satu pengguna aplikasi ini menyebutkan bahwa aplikasi ini sangat mengecewakan. “Tak ada satupun yang ditanggapi opini masyarakat di aplikasi ini, sungguh mengecewakan. Beginilah wajah pejabat Siantar. Banyak orang dari luar daerah yang mendownload aplikasi ini. Namun setelah dilihat isinya hadeh… gak ada gunanya. Semua pejabat takut menjawab. Padahal banyak uang habis dalam pembuatan aplikasi ini. Walikota aja cuek ngapain kami repot ngurusi ini… (jawab seorang pejabat). Miris melihat kota Pematangsiantar. Saya jadi pengen tahu, siapa yg bertanggungjawab dalam operasional aplikasi ini? Apakah infokom? Pantesanlah… mengetik aja belum tamat pegawainya…” tulis akun Murniati yang dipostingnya sekitar 4 bulan lalu.

Keluhan Murniati ini mendapatkan komentar dari Efbin Saragih. “Betul Ibu Murniati,, katanya aplikasi ini tempat penyampaian aspirasi. Tapi aspirasi saya ngga pernah ditanggapi,” balas akun Efbin.
Terkait hal ini, Kabag Humas Pemko Pematangsiantar, Hamam Soleh, yang dikonfirmasi Sabtu (29/09/2018) siang menyebutkan bahwa sampai saat ini aplikasi tersebut masih penyempurnaan. “Dalam Tahap Penyempurnaan,” katanya melalui pesan Whatsapp. (Sawal)


Discussion about this post