Jumlah rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, bertambah dari data awal 120 rumah menjadi 150 rumah. Bencana yang terjadi pada Selasa (18/8/2026) malam itu menerjang dua kelurahan, yakni Kelurahan Titi Kuning dan Kelurahan Suka Maju.
Hujan deras disertai angin kencang tersebut juga menyebabkan satu bangunan sekolah dasar negeri terdampak. Berdasarkan pendataan Pemerintah Kecamatan Medan Johor, sebanyak 150 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kerusakan rumah yang ditimbulkan bencana tersebut.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan data tersebut masih bersifat dinamis dan dapat kembali berubah seiring proses pendataan di lapangan.
“Setelah kami pendataan bersama Forkopimcam, sampai dengan saat ini ada 150 rumah yang terdampak. Data ini masih dinamis dan bisa berkembang,” kata Calvijn saat diwawancarai di lokasi kejadian, Rabu (19/8/2026).
Dari 150 rumah yang terdampak, sebanyak dua rumah mengalami rusak berat. Kedua rumah tersebut merupakan bangunan semi permanen.
Sementara itu, 17 rumah mengalami rusak sedang, dengan kondisi bagian atap rumah ambruk. Sedangkan 131 rumah lainnya mengalami rusak ringan.
“Rusak ringan ini hanya bagian beberapa kaca yang pecah. Kemudian ada beberapa atap yang rusak,” jelasnya.
Calvijn memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun, seorang warga lanjut usia berusia sekitar 70 hingga 71 tahun mengalami luka di bagian kepala setelah tertimpa kayu broti dari bagian rumahnya.
“Sampai dengan saat ini tidak ada korban jiwa. Cuma ada satu warga laki-laki, umur sekitar 70 tahun, yang terdampak akibat kayu broti rumahnya yang terjatuh sehingga mengenai kepalanya. Puji Tuhan sampai dengan saat ini sudah dibawa berobat oleh Pak Camat, dan tadi saya melihat kondisi beliau sudah ada di rumahnya,” jelas Calvijn.
Camat Medan Johor Bachtiar Rivai Nasution sebelumnya juga menyampaikan bahwa warga tersebut sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Mitra Sejati.
Untuk membantu warga terdampak, Dansat Brimob Polda Sumut Kombes M Rendra Salipu mengatakan pihaknya mengerahkan empat kendaraan Brimob ke lokasi. Kendaraan tersebut terdiri dari dua mobil dapur lapangan, satu mobil water treatment atau pengolahan air bersih, serta satu mobil pendukung.
Dua mobil dapur lapangan akan digunakan untuk menyiapkan sekitar 400 porsi makanan bagi warga terdampak. Sementara mobil water treatment akan digunakan untuk memfilter air agar dapat dikonsumsi masyarakat.
Personel Brimob nantinya akan membantu proses memasak bersama masyarakat sekitar.
“Bisa sampai sekitar 400-an orang (porsi makanan). Kita berharap masyarakat bisa turut bersama-sama kami untuk memasak makanan mereka sendiri. Mulai sore ini kita akan siapkan makan untuk masyarakat,” kata Rendra.
Menurut Rendra, kendaraan dan personel Brimob akan disiagakan di lokasi hingga kondisi masyarakat berangsur membaik. Bantuan tersebut direncanakan diberikan selama dua hari ke depan.
“Mudah-mudahan cepat pulih ya. Kita usahakan secepatnya pulih, 2 hari ke depan kita akan bantu,” pungkasnya.
Selain membantu penanganan pascabencana, Polrestabes Medan juga mengerahkan personel untuk mengamankan rumah-rumah warga yang terdampak. Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi hilangnya barang-barang milik korban saat rumah ditinggalkan.
Calvijn mengatakan pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Forkopimcam untuk mengimbau warga agar mengamankan barang-barang berharga apabila harus meninggalkan rumah untuk mengungsi.
“Kapolsek dan Forkopimcam ikut membantu untuk memastikan, mengingatkan warga-warga yang rumahnya terdampak untuk bisa memisahkan mana barang-barang yang merupakan barang-barang yang nilai ekonomisnya tinggi dan yang lain-lain, supaya bisa mengawasi barangnya masing-masing,” kata Calvijn, Rabu (19/8/2026).
Personel Samapta juga akan ditempatkan di sekitar lokasi rumah warga yang rusak. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah adanya pihak yang memanfaatkan situasi dengan mengambil material bangunan maupun barang milik korban yang masih tersisa.
“Samapta akan kita tempatkan supaya mengantisipasi ada oknum-oknum masyarakat yang berani mengambil bongkaran-bongkaran yang ada. Mudah-mudahan tidak ada dampak kejahatan lainnya yang disebabkan terjadinya bencana angin puting beliung ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Medan Johor Bachtiar Rivai Nasution mengatakan hingga Rabu (19/8/2026) tidak ada warga yang mengungsi di tenda pengungsian. Sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah keluarga.
“Banyak warga sekitar ini yang lebih memilih bertempat tinggal di rumahnya. Kami selalu imbau agar manakala ada warga yang disabilitas, lansia, perempuan, anak-anak agar dialihkan ke pengungsian. Namun, mereka lebih memilih ke rumah keluarganya,” sebut Bachtiar.
Menurut Bachtiar, warga memilih tetap berada di sekitar rumah untuk menjaga dan mengamankan barang-barang milik mereka. Pemerintah juga telah menyediakan selimut bantuan dari BPBD dan berkoordinasi dengan PDAM Delitua untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak.
“Mereka ingin lebih menjaga, mengamankan barang-barangnya mungkin ya. Tapi kita sediakan juga selimut bantuan dari BPBD. Sampai saat ini kita sedang menunggu bantuan dari PDAM. Kita sudah berkoordinasi dengan PDAM Delitua untuk bantuan air bersih,” sambungnya.
Bachtiar menambahkan, sejumlah warga telah berinisiatif memperbaiki rumah mereka secara mandiri dengan memanfaatkan seng-seng yang terlepas akibat diterjang angin. Pemerintah Kecamatan Medan Johor selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Medan dan pihak terkait mengenai bantuan material, termasuk seng, bagi warga yang terdampak.
“Kita lihat warga sekitar sudah memiliki inisiatif sendiri ya untuk membenahi, untuk memperbaiki rumahnya masing-masing dengan memanfaatkan seng-seng yang terlepas. Perihal bantuan seng ini akan coba kita koordinasi ulang lagi ya sama pihak terkait. Kita juga belum bisa mendapat info selanjutnya seperti apa,” pungkas Bachtiar.



