Basarnas Medan, Dit Samapta Poldasu, TNI, BPBD dan instansi terkait lainnya yang bergabung dalam Tim SAR Gabungan telah berupaya semaksimal mungkin dalam proses Pencarian Imran Butar-butar yang tenggelam pada Minggu sore, 23 Agustus 2020 lalu di Pemandian Pesanggrahan, Desa Tongging, Kecamatan Merek Kabupaten Karo.
Kepala Kantor SAR Medan, Toto Mulyono,S.E melalui Humas Sariman S. Sitorus menyampaikan kepada Newscorner.id selama proses pencarian, tim SAR gabungan memaksimalkan segala alut yang dimiliki dgn upaya korban dapat ditemukan.
Basarnas Medan menurunkan 3 penyelam utk melakukan penyelaman, tidak hanya itu, personil lainnya dibantu tim SAR Gabungan menggunakan perahu LCR milik Basarnas dan Dit Samapta Polda Sumut menyisir perairan Danau Toba. Mulai dari lokasi korban tenggelam hingga mengarah ke Timur yaitu Desa Sibolangit dan arah Barat yaitu Desa Tongging.
Penyelaman dilakukan setiap harinya sebanyak tiga kali, banyaknya palung (lobang dalam Danau) dan kedalaman Danau Toba yang sulit diprediksi menjadi suatu kendala yang menghambat tim di lapangan.
Lihat postingan ini di Instagram
Penyelaman dilakukan hingga kedalaman 26 meter dan dibantu menggunakan kamera bawah air (Vibrascope) milik Dit Samapta Poldasu namun korban tidak ditemukan.
Hingga hari ini Sabtu 29 Agustus 2020 pencarian hari ketujuh, berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan dengan keluarga korban, maka disepakati operasi SAR pencarian korban dihentikan dan keluarga korban telah mengikhlaskan korban.
Dengan demikian operasi SAR dinyakan ditutup dan seluruh tim yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.


Discussion about this post