Penemuan bayi laki-laki tak bernyawa di dalam sebuah kardus di Jalan Bilal Komplek Prima No. B9, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Selasa (10/2/2026), menggegerkan warga sekitar. Setelah melakukan penyelidikan awal, Polsek Medan Timur memastikan ibu dari bayi tersebut adalah SA, perempuan 19 tahun yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumah lokasi penemuan. SA berasal dari Pantai Cermin, Serdang Bedagai, dan telah bekerja di rumah majikannya sejak Juli 2025.
Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Fajri Lubis SH MH, menjelaskan peristiwa itu pertama kali terungkap setelah polisi menerima laporan penemuan mayat bayi di rumah warga. Usai diamankan, SA langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis pascapersalinan.
Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M. Butarbutar, menyebutkan SA mengakui bahwa bayi tersebut merupakan hasil hubungan asmaranya dengan kekasihnya. Ia melahirkan seorang diri di kamar mandi sekitar dini hari tanpa bantuan siapa pun. “Proses lahirnya tanpa pertolongan orang lain,” ujar Agus. Setelah melahirkan, SA memasukkan bayi ke dalam kardus dan membawanya ke bagian belakang rumah majikan, hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal.
Penemuan bermula sekitar pukul 09.30 WIB saat Putri Novianti, sesama ART, sedang membersihkan halaman belakang rumah. Putri merasa janggal ketika melihat sebuah kardus yang terasa berat. Saat dibuka, ia terkejut melihat seorang bayi laki-laki tidak bernyawa di dalamnya. Putri menangis dan segera melaporkan temuan tersebut kepada majikannya, Mulyono, serta petugas keamanan. Setelah memastikan kondisi bayi, laporan dilanjutkan ke Polsek Medan Timur.
Putri juga menyampaikan bahwa sekitar pukul 03.30 WIB, ia sempat melihat SA berada cukup lama di kamar mandi dan mengaku sedang buang air besar. Saat itu Putri tidak menaruh curiga, namun keterangan tersebut menjadi penting setelah bayi ditemukan beberapa jam kemudian. “Berdasarkan keterangan saksi, bayi diperkirakan berusia sekitar satu hari dan ditemukan di dalam sebuah kardus,” kata Kanit Reskrim, Iptu Fajri Lubis.
Personel piket Polsek Medan Timur yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB kemudian memasang garis polisi, melakukan olah TKP bersama Tim Inafis Polrestabes Medan, serta mengamankan barang bukti berupa kardus tempat bayi ditemukan, ember berisi pakaian dan selimut bercak darah, dan satu unit telepon genggam. Jenazah bayi telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.
Kapolsek Agus menjelaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah bayi tersebut meninggal setelah dilahirkan atau masih dalam kandungan. “Kita menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian. Kita juga masih mendalami keterangan tersangka dan tidak bisa menyimpulkan sebelum hasil forensik keluar,” ujarnya.
Sementara SA tengah menjalani perawatan intensif di RS Pirngadi Medan usai melahirkan, penyidik Polsek Medan Timur juga akan mendalami lebih jauh peran kekasih SA dalam kasus ini. “Untuk pacarnya akan kita dalami sejauh mana keterlibatannya,” tambah Kapolsek.
Penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi dan motif di balik tragedi ditemukannya bayi dalam kardus tersebut.



