Pemandangan unik mewarnai acara Puncak sekaligus Penutupan Marpesta QRIS yang dirangkai dengan kegiatan Hari Indonesia Menabung Kota Pematangsiantar Tahun 2026 di Lapangan Adam Malik, Minggu (30/8/2026).
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar menyerahkan sebuah lukisan bergambar Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn yang dibuat dari limbah uang Rupiah.
Lukisan tersebut diserahkan Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman kepada Wali Kota Wesly Silalahi di hadapan para peserta dan tamu undangan. Karya tersebut menggunakan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK), yakni uang Rupiah yang telah rusak atau tidak layak edar dan sebelumnya telah dihancurkan oleh Bank Indonesia.
Pemanfaatan limbah uang menjadi karya seni tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian dalam acara Marpesta QRIS 2026. Selain bernilai artistik, karya tersebut menunjukkan bahwa material yang sudah tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai kreativitas.
Dalam acara tersebut, Wali Kota Wesly Silalahi memberikan apresiasi kepada KPw BI Pematangsiantar atas inisiatif menyelenggarakan Marpesta QRIS. Menurutnya, kegiatan tersebut turut mendorong percepatan transformasi digital di Kota Pematangsiantar.
Wesly mengatakan, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan inovasi yang memudahkan masyarakat melakukan transaksi secara non-tunai. Dengan satu kode QR, masyarakat dapat menggunakan berbagai aplikasi pembayaran.
“Acara ini bertujuan mempromosikan dan menarik minat masyarakat dalam penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran berbasis digital yang mudah dan aman,” kata Wesly.
Menurutnya, penggunaan QRIS juga memberikan manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama dalam menerima pembayaran secara lebih mudah, aman, dan nyaman.
Puncak Marpesta QRIS 2026 turut dimeriahkan Siantar QRIS Run 2026 yang diikuti ribuan peserta. Kegiatan tersebut digelar dalam dua kategori, yakni 5K dan 10K.
Selain mengampanyekan transaksi digital, kegiatan juga dirangkai dengan Hari Indonesia Menabung. Wesly mengajak para pelajar membiasakan diri menabung melalui berbagai produk keuangan resmi.
“Mari kita jadikan kegiatan Gemar Menabung sebagai budaya sekaligus mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif,” ajaknya.
Wesly menyebut jumlah rekening pelajar di Pematangsiantar mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024, jumlah rekening pelajar tercatat sebanyak 121.834 rekening dan meningkat menjadi 150.073 rekening pada 2026.
Ia berharap gerakan menabung sejak dini dapat membentuk generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan sekaligus mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman menjelaskan, Marpesta QRIS merupakan kegiatan tahunan yang menjadi wujud sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus mendukung pengembangan ekonomi daerah.
“Juga mendukung pencapaian program pemberdayaan masyarakat melalui kompetisi bertema QRIS. Terbaru, kita juga melakukan kampanye Kartu Kredit Indonesia,” ujarnya.
Pada pelaksanaan Marpesta QRIS, sebanyak 38 UMKM mendapat kesempatan bersinergi dan melakukan transaksi menggunakan QRIS.
“Selama dua hari, 28 dan 29 Agustus 2026, terdapat 1.865 transaksi menggunakan QRIS,” kata Ahmadi.
Ahmadi turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar, Forkopimda, perbankan, serta berbagai pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan Marpesta QRIS 2026.
Selain penyerahan lukisan berbahan limbah uang kepada Wali Kota, acara juga diisi dengan peluncuran Program Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Ekonomi Daerah, dan Perluasan Akseptasi Digital.
Kemudian dilakukan penyerahan buku tabungan secara simbolis kepada pelajar dalam rangka Hari Indonesia Menabung, senam, sosialisasi dan kuis, pengumuman pemenang lomba, pembagian door prize, serta hiburan.
Turut hadir mewakili Bupati Simalungun, Ketua Pengadilan Negeri Pematangsiantar Rinto Leoni Manullang SH MH, unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan BI Sibolga Riza Putra, mewakili KPw BI Sumatera Utara, Kepala Lembaga Penjamin Simpanan 1-Medan Pramuji Novri Harlyanto, mewakili PT Bank Sumut Zulfan Kurniawan, Koordinator Bank Sumut Cabang Pematangsiantar Subhan Pardosi, Koordinator Bank Sumut Syariah Cabang Pematangsiantar Syufri Ananda Putra Lubis, Ketua MUI Kota Pematangsiantar Drs H Muhammad Ali Lubis, Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi, para asisten, pimpinan OPD, pimpinan BUMD, perbankan, dan undangan lainnya.



