Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., memimpin kegiatan pembagian 1.999 paket takjil, dilanjutkan dengan Doa dan Buka Puasa Bersama di Mapolrestabes Medan, Jalan H.M. Said No. 1 Medan, Senin (09/03/2026). Acara ini dihadiri jajaran internal Polrestabes, tokoh masyarakat, ulama, unsur pemerintahan, serta 99 anak yatim, yang angka tersebut melambangkan Asmaul Husna, nama-nama Allah yang diagungkan dalam Al-Qur’an.
Kegiatan diawali dengan pembagian paket takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan di depan Mako Polrestabes Medan serta TK Kemala Bhayangkari, sebagai bentuk kepedulian Polrestabes Medan sekaligus wujud semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Selanjutnya, Kapolrestabes Medan beserta tamu undangan memasuki tenda utama untuk pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan tilawah yang dibawakan oleh Muhammad Zulkifli dan Fadli.
Dalam sambutannya, Kapolrestabes Medan menekankan pentingnya mempererat silaturahmi antara Polri dan seluruh lapisan masyarakat. Ia menyatakan bahwa bulan Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, membangun sinergi, dan menjaga situasi keamanan di Kota Medan. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polrestabes Medan siap melaksanakan Operasi Ketupat dengan mendirikan 13 titik pos pengamanan untuk mengawal tempat ibadah, jalur wisata, dan pusat konsentrasi masyarakat.
“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, jangan mudah terprovokasi. Polri tidak bisa berdiri sendiri, perlu dukungan semua pihak untuk menciptakan Medan yang aman dan masyarakat yang bahagia,” ujar Kapolrestabes Medan. Ia juga menegaskan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga kondusivitas, mengendalikan emosi, dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Ustad Dr. Haji Amhar Nasution MA, pengurus Majelis Ulama Indonesia Kota Medan sekaligus dosen Pascasarjana UINSU. Ustadz Amhar menekankan bahwa buka puasa bersama bukan sekadar tradisi, tetapi momen syiar keagamaan di bulan Ramadan yang penuh rahmat dan ampunan. “Siapa saja yang menyediakan makanan berbuka, pahalanya akan tercatat bagi mereka,” jelasnya. Sebanyak 99 anak yatim menerima santunan, angka yang merujuk pada Asmaul Husna.
Menurut Ustadz Amhar, sedekah memiliki banyak manfaat: menyuburkan harta, dibalas Allah hingga 7.000 kali lipat, menolak bala dan penyakit, menjadi kesenangan Rasul dan Nabi, serta mempererat silaturahmi. Sedekah ini juga diberikan kepada masyarakat luas, termasuk lintas agama, lintas partai, dan lintas ormas, sehingga memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan.
Kegiatan ini menegaskan nilai Parhobas, istilah Batak yang mencerminkan kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat. “Kegiatan ini menunjukkan Kapolrestabes sebagai sosok ramah, humanis, dan dicintai masyarakat. Masyarakat kini tidak lagi takut berinteraksi dengan polisi, karena kegiatan ini menegaskan nilai Parhobas sambil tetap menegakkan hukum secara tegas,” tutur Ustadz Amhar.
Kapolrestabes Medan menyerahkan santunan kepada 99 anak yatim/piatu dan 20 bingkisan kepada masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian sosial. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat harkamtibmas, menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, serta membangun persaudaraan yang erat di Kota Medan.
Acara ditutup dengan salat Magrib berjamaah, buka puasa bersama, dan ramah tamah yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan ini dihadiri tokoh penting dari berbagai unsur, antara lain: Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom, para Pejabat Utama Polrestabes, tokoh agama seperti Ustadz Amhar Nasution, Ustadz Zulkifli Rangkuti, Buya Amirudin, Ketua Muhammadiyah Medan, Wakil Ketua NU Medan, Wakil Ketua Al Washliyah Medan, Sekretaris MUI Kota Medan Amar Adly; tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan termasuk Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Ketua DPRD Kota Medan, Danramil 02 Medan, Dandenpom 1/5 Medan, serta perwakilan organisasi masyarakat dan LSM.



